Para tersangka saat jumpa pers di Mapolres Karimun, siang tadi, (ist)

Karimun, Lendoot.com – Satuan Reserse dan Narkoba Polres Karimun menggagalkan upaya penyeludupan narkotika jenis sabu- sabu ke Kalimantan, Jumat (24/9/2021) malam.

Narkotika jenis Sabu itu rencananya dibawa menuju Kalimantan melalui jalur Karimun-Batam, Provinsi Kepri oleh lima orang berinisial masing-masing; SN, AM, AD, SH dan PN.

Upaya penyeludupan itu digagalkan oleh Tim Panter Satresnarkoba Polres Karimun saat melakukan kegiatan razia di salah satu hotel di Karimun.

BACA JUGA! Coastal Area Karimun, Pesona Keindahan Pantai dan Kuliner yang Menjanjikan

Saat dilakukan pemeriksaan, salah satu tamu hotel diketahui membawa narkotika dalam jumlah besar yang rencananya akan diseludupkan ke Kalimantan.

“Kami mengamankan lima orang, Warga Kalimantan. Diduga hendak menyeludupkan narkoba. Ada sebanyak 1 Kilogram Sabu- sabu dalam kemasan teh cina kami temukan di salah satu kamar hotel,” kata Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano dalam press rilis digelar Jumat (8/10/2021).

Kapolres menjelaskan, kelima tersangka tersebut rencananya membawa narkotika jenis sabu itu dengan modus memasukkannya ke dalam dubur menggunakan kondom.

BACA JUGA! Bupati Aunur Rafiq: Orangtua Tak Izinkan Anaknya Ikut Vaksin Bisa Dipanggil Sekolah Untuk Dapat Pemahaman

“Para tersangka kami amankan sebelum melakukan penyeludupan. Jadi rencananya akan dimasukkan dalam dubur menggunakan kondom masing-masing 200 gram,” katanya.

“Ada beberapa kotak kondom yang berdasarkan keterangan tersangka untuk dimasukkan dalam dubur,” katanya

AKBP Tony menyebutkan, kelima tersangka ini merupakan jaringan internasional, dimana sabu- sabu yang rencananya akan diseludupka itu didapat dari Negara Malaysia.

“Dari negara tetangga kita (Malaysia-red). Barang-barang itu didapat dengan sistem terputus, artinya barang tersebut diambil di tempat yang telah ditentukan,” katanya.

Atas perbuatan kelima tersangka, Polisi menjerat mereka dengan pasal 114 ayat (2) Subsider 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Selain merilis pengungkapan upqya penyeludupan narkoba tersebut, Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano juga merilis pengungkapan Satresnarkoba selama periode September 2021, yakni sebanyak lima kasus yang diungkap dengan jumlah tersangka 18 orang.

“Termasuk pengungkapan penyeludupan narkoba ini, ada empat kasus lainnya. Total tersangka 18 orang dengan barang bukti 1.086,13 gram,” jelasnya. (rko)