Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau PTM terbatas di SMPN 1 Tebing, siang tadi,

Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq meninjau pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah wilayah Kabupaten Karimun, Senin (4/10/2021).

Peninjauan itu bertujuan untuk memastikan pelaksanaan PTM di kabupaten Karimun provinsi Kepri berjalan dengan aman dan lancar dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Protkes).

Bupati Aunur Rafiq dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Karimun Fajar Horison mengecek langsung proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Tebing.

Rafiq mengatakan, peninjauannya tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah berjalan dengan baik dan ketat.

BACA JUGA! Sebulan Sembuh Covid-19, Kini Diperbolehkan Ikut Vaksin

“Alhamdulillah di sekolah ini protokol kesehatannya sudah ada pengecekan suhu, hand sanitizer dan siswa di kelas duduknya berjarak serta jumlahnya dibatasi dengan sistem dua shift,” kata Rafiq usai peninjauan.

Ia menjelaskan bahwa dalam peninjauannya itu, masih didapati siswa yang belum divaksinasi Covid-19 dengan sejumlah alasan sehingga tidak dapat mengikuti PTM.

“Ada beberapa siswa yang belum divaksin karena sakit, nomor induk kependudukannya bermasalah dan saya sudah minta agar Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk menuntaskan persoalan ini,” jelas Bupati.

Lebih lanjut, kata Bupati, sejumlah siswa yang belum divaksin juga disebabkan karena tidak diizinkan oleh orang tuanya.

“Ada orang tua yang belum izinkan anaknya divaksin, akan kita lihat orang tuanya apakah sudah divaksin atau belum. Bisa saja sekolah memanggilnya untuk diberi pemahaman,”

BACA JUGA! Yang Sudah Dua Kali Vaksin Bebas Surat Antigen Saat Lakukan Perjalanan Laut

“Saya sudah berikan pemahaman bahwa vaksin ini adalah kebutuhan yang harus dimiliki siswa untuk memperkuat imunitas melawan Covid-19,” kata Bupati.

Aunur Rafiq mengimbau agar seluruh sekolah dapat terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama PTM tersebut.

Hal tersebut dikarenakan dirinya tak ingin dimulainya pembelajaran tatap muka bakal menimbulkan klaster baru Covid-19.

BACA JUGA! Malarko Pelambung Digadang-gadangkan Jadi Pelabuhan Peti Kemas Terbesar di Kepri

“Sekolah harus terus terapkan protokol kesehatan selama pembelajaran, guru dan siswa diimbau untuk patuhi Gerakan 5 M. Menggunakan masker,”

“menggunakan hand sanitizer, mencuci tangan, menjaga jarak dan membatasi mobilitas serta interaksi,” ucap Bupati Rafiq. (rko)