Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Kepri kembali meninjau pembangunan Pelabuhan Malarko, Sabtu (1/5/2021).

Karimun, Lendoot.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia Budi Karya Sumadi kembali meninjau dua pembangunan proyek di Kabupaten Karimun, Sabtu (1/5/2021). Pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Desa Pelambung Kecamatan Tebing.

Mengenai Pelabuhan Malarko, sudah lama digadang-gadangkan akan menjadi Pelabuhan Peti Kemas terbesar di Provinsi Kepri.

Hanya saja, pembangunannya yang telah mulai dibangun sejak 2008 lalu. Proyek yang sejak zaman Mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sampai Presiden Jokowi itu,  tak kunjung selesai. Bahkan sempat terhenti pembangunannya beberapa tahun belakangan.

Kedatangan Budi Karya Sumadi yang meninjau langsung proyek tersebut di tahun 2020 lalu, menjadi sinyal baik kalau proyek itu dapat dilanjutkan kembali pengerjaannya.

Menhub Budi Karya menyebutkan, terkait dengan pelabuhan Malarko, sejumlah investasi memang sudah ditanamkan oleh pemerintah pusat. Bahkan dikabarkan sudah menghabiskan total anggaran yang bersumber dari beberapa kali ketuk palu APBN itu, sekitar Rp153 Miliar.

Pelabuhan ini direncanakan akan dikembangkan menjadi satu pelabuhan dengan konsep kerjasama pengelolaan. “Nanti dari Kementerian Perhubungan akan dilimpahkan ke BUMD yang bekerjasama dengan swasta, konsensinya mencapai 30 tahun,” jelasnya.

“Kita bayangkan apabila pelabuhan ini berjalan, maka kegiatan ekonomi akan semakin baik di Karimun,” tambah Budi.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Karimun adalah salah satu daerah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan FTZ, maka pemerintah pusat memberikan berbagai fasilitas relaksasi dalam bidang fiskal maupun di bidang perizinan. Itu akan optimal jika dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, yang bisa mendukung percepatan investasi.

“Kita apresiasi dan menyambut baik Pak Menteri untuk kedua kalinya hadir langsung ke Karimun. Tadi kita sudah bahas dan kita wajib menindaklanjuti itu, sesuai petunjuk Pak Menteri. Rabu ini kita akan menggelar rapat koordinasi dengan provinsi, kabupaten, teman-teman bandara dan pelabuhan, kemudian hasilnya kita sampaikan kepada Pak Menteri untuk kita bahas lebih lanjut secara bersama dengan kementerian lembaga terkait,” ujar Ansar.

Dikatakan, pihaknya yakin kalau kolaborasi itu akan dilakukan terus dengan menggandeng mitra kerja seperti pihak swasta tentu dengan skema-skema yang ditetapkan, soal konsesinya tentu tergantung nanti percepatan internal yang disepakati bersama.

“Saya yakin ini akan mampu menjadi daya dongkrak ekonomi di Karimun ke depan,” kata Ansar.

Budi Karya mengatakan, kedatangannya ke Karimun merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk meninjau proyek strategis di Karimun.

Dengan kedatangannya ke Karimun, Budi berharap bahwa mandat Presiden RI untuk membangun daerah khususnya di Karimun sebagai daerah di perbatasan dapat dilaksanakan.

“Saya harapkan mandat Bapak Presiden RI kepada saya untuk membangun daerah-daerah dapat dilaksanakan dengan baik. Khususnya Kepri yang memiliki daya saing yang baik, dan Insyaallah pembangunan ini nantinya memberikan kemakmuran bagi masyarakat Karimun,” katanya. (rko)