Bagian kabin pesawat jenis Narrow Body Seri 737. (foto internet)

Karimun, Lendoot.com- Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia Budi Karya Sumadi kembali meninjau dua pembangunan proyek di Kabupaten Karimun, Sabtu (1/5/2021).

Dua proyek itu antara lain, pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Sei Bati Karimun dan Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Desa Pelambung Kecamatan Tebing.

Kedatangan Menhub didampingi Dirjen Hubla, Agus R Purnomo, Dirjen Bandar Udara, Staf Khusus Kemenhub Adita dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Kedatangan mereka disambut Asisten 2 Setdakab Karimun Hurnaini, Ketua DPRD M Yusuf Sirat dan jajaran FKPD Karimun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kunjungannya ini bertujuan untuk meninjau dua proyek vital di Kabupaten Karimub, diantaranya pengembangan Bandara RHA Karimun dan Pelabuhan Peti Kemas Malarko.

“Kedua proyek ini hingga kini masih belum ada perubahan. Ini sedang kita dorong, agar dapat terealisasikan,” kata Budi Karya dalam keterangan persnya di Bandara Raja Haji Abdullah, Sabtu (1/5/2021) siang.

Terkait rencana pengembangan dan pembangunan Bandara, Budi Karya menyebutkan, direncanakan Bandara satu- satunya di Karimun ini kedepan bisa didarati pesawat jenis tertentu, dimana untuk pengembangan akan dilakukan perpanjangan landasan pacu dari 1.400 Meter menjadi 2.200 Meter.

“Kita optimis Bandara RHA Karimun bisa didarati oleh Narrow Body seri 737 dengan panjang landasan 2.200 meter,” katanya.

Seperti dikutip dari Wikipedia, Narrow-Body 737 Air Hollywood’s Narrow-Body 737 memiliki interior yang bersih dan modern dengan bagian depan dan belakang dapur dan kamar mandi, dan kelas ekonomi panjang (3 x 3). Set ini memiliki lebih dari 60 kaki badan pesawat, bersama dengan jendela praktis dan lampu langit-langit dan lampu baca yang berfungsi penuh dan tombol panggil pramugari.

Pesawat jenis narrow body sekelas B737 seri 800 atau 900 misalnya, sudah banyak melakukan penerbangan reguler di beberapa bandara baru di Indonesia. Yang udah beroperasi dengan pesawat jet B737-900/B737-800/A320 adalah Lion Air dan Batik Air.

Garuda Indonesia juga sudah beroperasi menggunakan pesawat jenis B737-800 NG.Budi Karya menyebutkan, untuk mewujudkan perpanjangan landasan pacu itu, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan target awal perpanjangan di angka 1.500 meter.

“Kita harus realistis, ditahun ini kita selesaikan dengan 1.500 meter. Artinya, dengan panjang tersebut, bandara ini sudah bisa didarati pesawat jenis ATR, bukan lagi hanya perintis,” katanya.

Selain itu, untuk mendukung pengembangan bandara tersebut, Kemenhub meminta Gubernur Kepri dan Bupati Karimun untuk dapat menyelesaikan permasalahan lahan.

Budi Karya mengatakan, kedatangannya ke Karimun merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk meninjau proyek strategis di Karimun.

Dengan kedatangannya ke Karimun, Budi berharap bahwa mandat Presiden RI untuk membangun daerah khususnya di Karimun sebagai daerah di perbatasan dapat dilaksanakan.

“Saya harapkan mandat Bapak Presiden RI kepada saya untuk membangun daerah-daerah dapat dilaksanakan dengan baik. Khususnya Kepri yang memiliki daya saing yang baik, dan Insyaallah pembangunan ini nantinya memberikan kemakmuran bagi masyarakat Karimun,” katanya. (rko)