Pelayanan di BKPSDM Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Kabupaten Karimun secara resmi mengumumkan jadwal dan teknis pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Jumat (10/9/2021) kemarin.

Dalam seleksi itu nanti, para peserta SKD akan bisa langsung mengetahui hasil seleksi melalui pengumuman secara live melalui kanal youtube BKPSDM Kabupaten Karimun.

Hal itu bertujuan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa pelamar saat melihat hasil seleksi SKD tersebut.

Kepala BKPSDM Kabupaten Karimun Sudarmadi mengatakan, tahapan pelaksanaan SKD akan berlangsung dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pelamar.

“Pelaksanaan SKD akan berlangsung secara ketat. Ada beberapa persyaratan baru yang harus di penuhi pelamar sebelum mengikuti seleksi, salah satunya wajib antigen” kata Sudarmadi, Senin (13/9/2021).

Selain itu, untuk hasil SKD CPNS pada tahun 2021 akan diumumkan melalui live streaming di kanal Youtube BKPSDM untuk menghindari terjadinya kerumunan.

“Tidak live score lagi, karena bisa mengakibatkan kerumunan. Jadi tahun ini, menggunakan live streaming. Jadi selesai, langsung bisa di cek di youtube,” katanya.

Adapun beberapa persyaratan yang harus di penuhi oleh peserta SKD antara lain, pelamar CPNS wajib melakukan isolasi mandiri selama dua minggu sebelum hari pelaksanaan.

Kemudian, pelamar CPNS juga wajib melakukan swab test PCR atau antigen 2 hari sebelum mengikuti seleksi dan selanjutkan melampirkan hasil pemeriksaan pada saat seleksi.

“Untuk antigen pelamar itu gratis di Puskesmas masing- masing kecamatan. Pelamar cukup melampirkan kartu ujian dan KTP sebagai tanda bukti,” katanya.

Sudarmadi juga mengatakan, pelamar juga diharuskan untuk menggunakan masker medis 3 lapis dan handsanitizer saat mengikuti ujian.

“Masker cadangan juga dibawa. Kami berharap peserta dapat mematuhi aturan ini, untuk sama- sama menjaga agar tidak terjadi penyebaran Covid-19,” katanya.

Terakhir, Sudarmadi mengatakan, apabila peserta ujian terpapar Covid-19 sebelum pelaksanaan SKD, tetap dapat mengikuti ujian susulan.

“Apabila positif, kita minta pelamar melaporkan kepada panitia. Selanjutnya, panitia akan melakukan penjadwalan ulang ujian, jadi tidak gugur,” katanya.(rko)