Karimun, Lendoot.com – Kewaspadaan berkendara agar tidak menjadi korban kejahatan jambret, sepertinya harus ditingkatkan. Khususnya bagi kaum ibu yang biasa menjadi korbannya harus lebih waspada lagi.

Perihal kewaspadaan ini diungkapkan Erwin, seorang warga Jelutung terkait maraknya kejadian jambret di dua lokasi berbeda, namun korbannya sama berjenis kelamin perempuan, alias ibu-ibu.

“Tadi sore (Senin, 22/7/2019) ada kejadian jambret di Simpang Paya Sunan. Seorang ibu tasnya dijambret atas nama Nuraidah. Korban dijambret dari Karimun Madani menuju Pamak. Di simpang Paya Sunan yang lumayan sepi itulah tempat kejadiannya,” kata Erwin.

Di dalam tas Nuraidah terdapat uang sebesar Rp700 ribu, dan surat-surat berharga lainnya seperti KTP, Kartu BPJS dan lainnya.

Selang tiga hari sebelumnya, (Sabtu, 18/7/2019) seorang ibu bernama Yuli juga menjadi korban pejambretan. Lokasinya di Jalan Canggai Puteri Kecamatan Tebing, tak jauh dari Kantor DPRD Karimun.

Kepada Lendoot.com, Yuli yang memboceng rekannya mengendarai sepeda motor matic-nya dengan santai. Dalam perjalanan, tas yang ada di depan sangkutan sepeda motornya dijambret dua orang pemuda tak dikenal.

Yuli mengaku kehilangan sejumlah uang. “Uangnya tak seberapa bang. Cuma, surat-surat penting ada di situ semua. KTP, SIM, STNK, ada dalam tas itu semua,” kata Yuli yang mengaku sudah melapor ke Polsek Tebing atas kejadian tersebut.

Dari dua kejadian tersebut, ada indikasi pelakunya memiliki kesamaan. Dari sisi usia pelaku,  sepeda motor yang digunakan pelaku, serta cara pelaku melakukan aksinya.

Dari pengakuan Yuli, jambret tersebut menggunakan sepeda motor sejenis Supra. “Tidak ada plat nomornya. Dua orang. Usianya belasan tahun lah,” papar Yuli menjelaskan ciri-ciri pelaku.

Hal yang sama diungkapkan Erwin. “Dari pengakuan korban, pelakunya anak-anak usia tanggung. Dua orang pakai celana pendek, naik motor Supra warna hitam,” ungkap Erwin. (muhdsarih)