Batam, Lendoot.com – Dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 serta prosesi peletakan Batu pertama pembangunan masjid kampus, Minggu ( 28/07/2019 ), di Kampung Politeknik Begeri Batam menggelar doa dan dzikir bersama.

Pembawa acara dzikir dan doa sekaligus mewakili panitia adalah Dr H  Muhammad Zaenuddin. Acara diawali dengan sambutan Direktur Politeknik Negeri Batam, Dr. Priyono Eko Sanyoto. Dilanjutkan sambutan dan pengarahan Walikota Batam, Rudi, SE, MM. Dilanjutkan Dzikir dan doa dipimpin KH Nabhan  dari Majelis Dzikir AlKhidmah Batam, Kepri.

Tausiyah disampaikan oleh Dr H Abdul Mustaqim yang juga merupakan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan spiritualitas dan motivasi keagamaan mahasiswa baru dalam memulai perkuliahan.

Acara dilaksanakan di Hanggar pesawat yang minggu lalu baru diresmikan oleh Menristekdikti. Diikuti oleh mahasiswa baru yang beragama muslim dan orang tua/wali mahasiswa, diikuti sekitar 3000 peserta.

Walikota Batam dalam sambutan mengajak mahasiswa untuk turut berpartisipasi dan kontribusinya dalam pembangunan Kota Batam. Terutama sumbangan ide dan pemikirannya.

“Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka mencapai misi Batam sebagai bandar dunia madani. Peran mahasiswa juga dibutuhkan,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Dr  H Abdul Mustaqim menekanka pentingnya mahasiswa dan kalangan civitas akademika untuk membangun peradaban. Maka para mahasiswa selain dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya, juga mengasah hati dan spiritulitasnya.

“Agar kelak tidak hanya menjadi manusia yang pinter dan terampil, juga beraklakul karimah dan bermanfaat serta berkontribusi terhadap peradaban,” katanya.

Setelah acara dzikir dan doa dilanjutkan acara peletakan batu pertama pembangunan masjid. Prosesi acara dipandu Dr Ahmad Riyad Firdaus, dosen Poltek Batam sekaligus mewakili panitia pembangunan masjid.

Acara diakhiri dengan sambutan oleh Direktur Politeknik Negeri Batam. Dalam sambutannya, Eko menyampaikan bahwa dengan makin meningkatkatnya jumlah mahasiswa Poltek Batam yang kini mencapai 6000 orang.

“Dengan jumlah itu, jadi sangat membutuhkan faslitas masjid yang representatif sebagai sarana beribadah. Maka selain bantuan dari pemerintah, juga dibutuhkan sumbangan, infaq, dan donasi dari jamaah dan masyarakat muslim Batam, juga dari orang tua, dan para alumni,” ujarnya. (ronniye)