Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun (Foto: Dok Lendoot.com)

Karimun, Lendoot.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun berlakukan kebijakan baru terhadap pelimpahan tahanan bari di Masa Pandemi Covid-19.

Hal itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan nomor PAS-PK.01.01.01-679 pertanggal 20 Mei 2020 tentang penerimaan tahanan.

Dalam edaran menyebutkan, pelimpahan terhadap tahanan baru hanya akan dapat dilakukan bagi para tahanan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Karutan Karimun Dody Naksabani melalui Kepala Pelayanan dan Tahanan Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun mengatakan, saat ini Rutan Karimun hanya menerima limpahan tahanan yang telah Inlracht.

“Jadi hanya yang sudah ada kekuatan hukum saja. Itupun mereka harus menjalani masa Karantina selama 14 hari di ruang isolasi yang telah disiapkan, ada sekitar 4 ruangan kita siapkan,” kata Novi, Rabu (10/6/2020).

Selain itu, tahanan yang dilimpahkan ke Rutan Karimun juga harus dilakukan Rapid Test oleh Jaksa dengan dibuktikan surat keterangan dari dokter.

“Harus ada rapid test juga,” katanya.

Dia mengatakan, sejak kebijakan ini diterapkan, pihaknya telah menerima sebanyak tiga orang tahanan baru diantaranya 2 WN Myanmar dan satu orang tahanan kasus pencurian.

“Sejak edaran itu, sudah ada tiga orang tahanan baru yang masuk. Mereka lebih dahulu kita tempatkan di ruang karantina khusus selama 14 hari,” katanya.

Disebutkan Novi, terdapat 8 poin pedoman yang harus diterapkan dalam pelimpahan tahanan baru yang telah dieksekusi atau telah berkekuatan hukum tetap.

“Jika sudah putusan Jaksa akan melimpahkan ke kita baru kita terima, tentu dengan mengutamakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada masa Pandemi Covid-19, Rutan Karimun menghentikan sementara penerimaan tahanan. Hal itu membuat terjadinya penumpukan tahanan di Mapolres Karimun.

Adapun 8 poin tersebut meliputi:

1. Mempertimbangkan kapasitas blok/kamar isolasi yang dimiliki oleh Lapas/Rutan/LPKA;
2. Tahanan yang diterima harus sudah dilakukan Rapid tes dengan hasil nonreaktif oleh Jaksa
3. Melakukan skrining suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan awal dan berkala;
4. Memberikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
5. Memberikan masker kain yang waiib dipakai.
6. Memberikan informasi tentang kewajiban melaksanakan physical dan sosial distancing.
7. Melakukan isolasi selama 14 hari, bila terdapat gejala COVID-19 selama masa isolasi segera berkomunikasi dengan dinas kesehatan setempat untuk pelaksanaan tes PCR yang bila di dapati hasil positif, segera dirujuk ke Rumah Sakit rujukan COVID-19 setempat.
8. Melaksanakan secara ketat 12 langkah pencegahan dan penanganan COVID-19.

(rk)