Ketua KPU Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karimun tahun 2020 di masa Pandemi Covid-19 Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus merancang kembali tahapan- tahapan Pilkada.

Ketua KPU Kabupaten Karimun Eko Purwandoko mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah Pandemi Covid-19 harus membuat pihaknya merancang ulang teknis pelaksanaan Pilkada, salah satunya dengan melakukan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ia mengatakan, penambahan jumlah TPS tersebut sesuai dengan ketentuan pelaksanaan Pilkada pada masa pandemi COVID-19. Dimana, yang semulanya berlaku 800 pemilih per-TPS disusutkan menjadi 500 pemilih per-TPS.

“Terjadi penambahan TPS, dimana rencana awal jumlah TPS di Karimun 455 unit, karena ada penambahan sementara ini disepakati menjadi 557 unit,” kata Eko, Kamis (11/6/2020).

Eko menyebutkan, ada 102 TPS yang di tambah berdasarkan jumlah pemilih yang ada. Namun, hal tersebut dapat berubah mengingat pemuktahiran data pemilih untuk Pilkada 2020 belum dilakukan.

“Ini sifatnya sementara, kita lihat nanti setelah pemuktahiran data apakah ada penambaham lagi atau pengurangan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk dimulainya tahapan Pilkada 2020, saat ini KPU Karimun masih menunggu dikeluarkan PKPU terbaru dari tingkat pusat. Saat ini, hal itu masih dilakukan pembahasan.

“Tahapan menurut KPU RI apabila Pilkada digelar 9 Desember, maka setidaknya 15 Juni ini dimulai. Namun sampai saat ini, kita masih menunggu PKPUnya,” katanya.

Selain itu juga katanya, KPU masih menunggu kesiapan Pemerintah terkait permintaan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas pemungutan suara.

“Masih menunggu juga kesiapan pemerintah terkait anggaran pengadaan APD. Apabila pemerintah siap maka segera kita mulai tahapannya,” katanya.

(rk)