Suasana belajar mengajar pada awal masuk sekolah masa Covid-19, beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Sebanyak 75 Persen orang tua siswa SD dan SMP lebih setuju anaknya belajar tatap muka ketimbang belajar mandiri di rumah.

Banyak alasan terungkapkan setelah Dinas Pendidikan Karimun melakukan survey angket terkait persetujuan orang tua siswa untuk dimulainya kembali pembelajaran tatap muka ditengah Pandemi Covid-19.

“Dari surat persetujuan yang kita sebarkan kepada orang tua siswa, sekitar 75 persen diantaranya menyetujui dilakukan pembelajaran tatap muka, 25 persen diantaranya secara daring,” kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, Senin (7/9/2020).

Bakri mengatakan, orang tua siswa telah merasa jenuh dengan pembelajaran sistem daring atau online yang diterapkan sejak Pandemi Covid-19 masuk ke Kabupaten Karimun pada Maret 2020 lalu.

Sejak itu diketahui, orang tua harus mengawasi anak- anaknya untuk belajar di rumah.

“Orang tua dan anak- anak sudah jenuh, apalagi yang orang tuanya kerja. Kita mengerti, sehingga dengan kebijakan baru dari Mendikbud, kita pertimbangkan untuk memulai pembelajaran tatap muka dengan ketentuan yang telah diberikan,” katanya.

Menurut Bakri, keinginan untuk dimulainya pembelajaran tatap muka itu sangat tinggi, mengingat persetujuan itu dilakukan ditengah kasus Covid-19 diwilayah Kabupaten Karimun mengalami lonjakan cukup tinggi.

“Surat persetujuan itu, kita bagikan ketika puncak Covid-19 itu terjadi di Karimun. Apalagi kalau kita sebarkan surat itu saat situasi Covid-19 sudah aman, mungkin lebih tinggi lagi persentasenya,” kata Bakri.

Saat ini, Bakri mengatakan angka kasus Covid-19 di Karimun sudah kosong kembali. Dengan pertimbangan itu  kemungkinan besar pada 14 September mendatang pembelajaran tatap muka dapat direalisasikan.

“Kita melihat di tim gugus kasus Covid-19 itu sudah nol, jadi kita sudah koordinasi dengan Kadinkes, dan nantinya keputusannya ada ditangan pak Bupati. Apabila dari pak Bupati melihat kondisi sudah kondisif tidak menutup kemungkinan pada tanggal 14 September pembelajaran tatap muka sudah bisa dimulai,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini juga sekolah- sekolah di Karimun telah siap keseluruhannya untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan.

“Sekolah sudah siap sarana dan prasarananya. Nanti juga akan ada pengawasnya langsung yang mengecek ke sekolah- sekolah dan memastikan penerapan protokol kesehatan itu berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap, menjelang akan dibukanya sekolah kembali nantinya, tidak akan ada klaster baru Covid-19 lagi di wilayah Karimun.

“Kita berdoa bersama agar tidak ada lagi klaster baru, sehingga pembelajaran tatap muka bisa kita laksanakan,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun pertimbangkan rencana dimulainya proses belajar mengajar secara tatap muka untuk satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Karimun.

Rencana itu mulai dibahas setelah sekolah- sekolah di Karimun kembali diliburkan pasca terjadinya lonjakan kasus Covid- 19 di Kabupaten Karimun.

Bakri Hasyim mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Sekolah di Karimun terkait rencana dibukanya proses belajar mengajar secara tatap muka.

“Kita sudah gelar rapat koordinasi membahas persiapan untuk pembelajaran tatap muka, seperti kesiapan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan hingga teknis pembelajarannya. Dari pihak sekolah semuanya telah siap apabila dimulai kembali pembelajaran tatap muka nantinya,” kata Bakri, Rabu (26/8/2020). (rk)