TAJUK

Perbincangan di masyarakat mengenai hasil pemilihan kepala daerah di Kepulauan Riau (Pilkada Kepri 2020) tidak seheboh di Pilkada Kabupaten Karimun 2020. Bagaimana tidak, dari sekian kabupaten/kota yang terlibat konstelasi politik, di Kabupaten Karimun inilah yang hasilnya mendekati kata ‘hampir seri’.

Dalam rapat pleno KPU di Hotel Aston, Rabu (16/12/2020), Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko menyebut pasangan Aunur Rafiq-Anwar Hasyim (ARAH) memperoleh 54.519 suara (50,04 %). Sedangkan pasangan Iskandarsyah-Anwar Abu Bakar (BERSINAR) memperoleh 54.433 suara (49,96 %).

Dari total 108.952 suara sah, selisihnya hanya 86 suara!

ARAH terbilang nyaris kalah, jika ditilik dari bebeberapa sisi keuntungannya sebagai petahana. ARAH memiliki kans lebih besar ketimbang BERSINAR yang ‘hanya’ punya waktu tiga bulan menyosialisasikan dirinya sebagai pasangan calon penantang.

Apa kans-nya itu? Pasangan petahana, ARAH sudah menjalani kepemimpinan Kabupaten Bumi Berazam ini selama satu periode, atau + 4,5 tahun. Belum lagi nama Aunur Rafiq yang terbilang moncer karena dua periode menjadi wakil bupati sebelumnya, saat mendampingi Nurdin Basirun.

Belum lagi soal partai pengusung yang notabene dikuasai pasangan ARAH. Sementara BERSINAR tidak sampai sepertiganya dari partai pengusung petahana. Penyebabnya, banyak mesin partai pengusung ARAH tidak bergerak! Sementara PKS sebagai pengusung BERSINAR sangat dominan bekerja, kader PKS yang terkenal loyalitas dan militansinya!

Lalu timbul pertanyaan, mengapa bisa terjadi kondisi pemilihan seperti ini? Jawabannya, karena strategi BERSINAR luar biasa! Patut diancungi jempol! Segenap pendukungnya, BERSINAR mampu menghimpun setengah massa Kabupaten Karimun. Ini kemenangan kubu penantang! Stateginya seperti apa?

Dengan sistem perekrutan calon pemilihnya menggunakan sistem MLM (multi level marketing), BERSINAR mampu menghimpun massa yang tak terduga. Dimisalkan, satu orang yang sudah terpincut dengan figur Iskandarsyah atau Anwar Abubakar, maka satu orang itu ‘terpanggil ‘ untuk mencari orang-orang lain terdekatnya untuk ikut ‘memasarkan’ BERSINAR. Seterusnya, dan  seterusnya.

Ada uangnya? Tidak! Simpatisan BERSINAR yang terpanggil, dengan sukarela membantu menyebarkan BERSINAR ke saudara, kerabat, tetangga, bahkan sampai kolega jauh yang pernah dikenalnya. Maka banyak yang tak menyangka (khususnya pemerhati dari luar Karimun), penantang mampu menandingi petahana.

Jika saja ada kesempatan satu minggu lagi waktu pemilihannya, bukan tidak mungkin ARAH yang nyaris kalah dapat benar-benar kalah. BERSINAR memiliki potensi kemenangan itu! Jika konsisten seperti itu, maka kemenangan melawan petahana bisa tercapai.

Lalu bagaimana ARAH yang nyaris kalah masih bisa unggul tipis dengan selisih perolehan 86 suara itu?

Ketika Aunur Rafiq-Anwar Hasyim harus cuti sebelum mengikuti Pilkada Karimun 2020 digelar, Aunur Rafiq terus bergeriliya. Aunur Rafiq faham betul kalau lawannya kali ini terbilang ‘kuat’ jika dibanding lawannya pada periode sebelumnya.

Meski sedikit terekspos, Aunur Rafiq berjibaku mendekati kembali pundi-pundi suara yang selama ini sebenarnya sudah didekatinya dan memang sudah dekat. Sementara Anwar Hasyim sebagai tandemnya tidak terekspose gerakannya dalam upaya meraih lagi simpati calon pemilihnya.

Di akhir-akhir masa kampanye, Aunur Rafiq tampak kewalahan. Layaknya bertinju, Aunur Rafiq terpojok di pinggir ring. BERSINAR membuat Aunur Rafiq babak belur. Itulah sebabnya, jika saja ada satu ronde (sebut satu pekan lagi pemilihannya), maka bukan tidak mungkin ARAH dapat tumbang dibuat BERSINAR.

Jika sebelumnya sebagian masyarakat Kabupaten Karimun dibuat was-was, khususnya di kubu petahana maupun kubu penantang, mengamati hasil perhitungan suara, namun kini sudah mulai mereda.

‘Perang’ itu sudah mendekati usai. Meski masih ada satu lagi sesi jika BERSINAR menggunakan haknya terkait kemungkinman ketidakpuasan hasil perolehan suaranya melalui jalur gugatan ke Mahmakah Konstitusi, namun BERSINAR tetap menang. Menang dengan strategi luar biasanya.

Selamat buat BERSINAR dengan kemenangan strategi perangnya. Selamat juga buat ARAH, khususnya Aunur Rafiq yang telah memenangkan pertarungan meski harus berdarah-darah dalam perjuangannya. (*)