Karimun, Lendoot.com – Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri dan KPU BC Tipe B Batam gencar melakukan patroli terkoordinasi dalam Operasi Jaring Sriwijaya.

Setelah melakukan penindakan terhadap dua kapal yang berupaya melakukanĀ transaksi pindah muat barang berupa 20 ton solar High Speed Diesel (HSD).

Sebelumnya Kantor DJBC Khusus Kepri dan KPU BC Tipe B Batam juga telah melakukan penangkapan terhadap kapal kayu yang tidak mengaktifkan instrument AIS.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal kayu tersebut tidak mengaktifkan instrument AIS yang diduga memuat barang dari perairan Singapura yang mengarah ke Perairan Nongsa.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam upaya mengamankan wilayah perairan Indonesia,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Agus Yulianto.

Agus mengatakan, kapal tersebut memasuki perairan Indonesia pada pukul 13.51. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas Patroli Laut BC langsung mendekati kapal sesuai ciri-ciri yang diketahui.

“Setelah mendekati kapal tersebut, satgas patroli laut BC memberikan isyarat lisan untuk berhenti, akan tetapi pada saat berusaha mendekat untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kanwil DJBC Kepri itu mengatakan, kapal tersebut sempat melakukan manuver untuk melarikan diri.

“Sebelumnya kita sudah memperingati untuk berhenti, namun mereka mencoba melarikan diri sehingga satgas patroli laut BC melepaskan tembakan peringatan sebagai isyarat agar dilakukan tembakan peringatan agar kapal tersebut berhenti,” ujarnya.

Agus menjelaskan, setelah berhasil diamankan, KM. Wahyu dengan total ABK 9 orang tersebut mengangkut muatan berupa BKC HT. Sehubungan dengan pengejaran yang telah dilakukan oleh Satgas Patroli BC, KM. Wahyu yang diduga memuat BKC HT Ilegal asal Singapura.

Saat ini, kapal dan seluruh ABK berada di Kanwil DJBC Kepri untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Tindakan yang dilakukan oleh satgas patroli laut BC tersebut merupakan upaya DJBC untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal yang berbahaya serta melindungi industri dalam negeri,” tambahnya. (rnd)