Karimun, Lendoot.com – Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri bersama Kantor Bea Cukai Khusus Batam menggagalkan upaya transaksi ilegal pindah muat barang berupa solar High Speed Diesel (HSD) sebanyak 20 ton, Rabu (4/6/2020).

Transaksi ilegal itu dilakukan dua Tug Boat (TB) antara lain TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM Samudra Berbendera Indonesia.

Saat itu, TB Pioneer Conqueror berusaha memindahkan muatan berupa 20 ton solar High Speed Diesel (HSD) ke KM Samudera, di perairan Batu Haji, Rabu (3/6/2020).

“Untungnya upaya penyelundupan barangĀ impor tersebut berhasil digagalkan oleh sinergi Bea Cukai Kepulauan Riau dan Bea Cukai Batam,” kata Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto, Kamis (4/6/2020).

Agus mengatakan aksi kedua sarana pengangkut tersebut adalah mencoba untuk membongkar muatan barang impor di luar kawasan pabean tanpa dilengkapi izin dari Kantor Pabean.

“Tindakan itu melanggar Undang-undang (UU) No. 17 Tahun 2006 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102 huruf f. Karena melakukan bongkar muat barang impor di luar kawasan pabean tanpa dilindungi dengan dokumen pabean,” katanya.

Diperkirakan nilai barang sebesar Rp 249.860.877,4. Sementara potensi kerugian negara yang disebabkannya sebesar Rp 31.232.609,69.

Kedua kapal serta barang bukti puluhan ton solar dibawa ke Kanwil DJBC Khusus Kepri di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sat ini telah dalam proses penyidikan,” kata Agus.(rk)