Karimun, Lendoot.com – Warga RT 001 RW 008 Desa Perayun Kecamatan Kundur Utara, Kamis (21/11/2019) sekira pukul 05.00 WIB, heboh. Seorang kakek berusia 76 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon nangka depan rumahnya kawasan RT 001 RW 008 Desa Perayun Kecamatan Kundur Utara, Kamis (21/11/2019) sekira pukul 05.00 WIB.

Kakek diketahui berinisial Tu (76) ditemukan gantung diri oleh warga setempat yang saat itu melakukan pencarian terhadapnya. Tidak ada tanda-tanaa kekerasan ditemukan di tubuh korban dan polisi memastikan korban murni bunuh diri.

Kapolsek Kundur Barat AKP Eddi Suryanto menjelaskan, aksi nekat kakek 76 tahun itu diketahui pertama kali saat sang istri curiga dikarenakan suaminya tidak berada ditempat tidur.

“TU diketahui tidak berada di kamar seusai istrinya melaksanakan sholat shubuh. Sang istri kemudian meminta menantunya untuk mencari disekililing rumah,” kata Eddi, Kamis (21/11/2019).

Saat melakukan pencarian terhadap mertuanya itu, menantu diketahui bernama Katuri meminta bantuan dari Ketua RT dan Kades Perayun untuk menyisir keberadaan TU.

“Setelah beberapa lama melakukan pencarian, Kades Desa Perayun menemukan Tu telah gergantung di pohon nangka diperkarangan rumahnya, dalam posisi gantung diri dengan menggunakan kain sarung bermotif kotak-kotak bewarna Coklat, memakai baju kaos warna biru – abu- abu, serta celana pendek bewarna biru.” ujarnya.

TU yang ditemukan telah tergantung kemudian langsung dievakuasi oleh Kepolisian Polsek Kuba. Tu dibawa ke Puskesmas Kundur Utara dan dilakukan visum.

“Saksi langsung melaporkan kepada kita dan setelah itu dilakukan visum di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda kekerasan dan TU murni bunuh diri,” jelasnya.

Menurut Eddi, diduga korban mengakhiri hidupnya oleh karena telah menderita sakit (stroke) menahun selama 7 tahun. Korban sudah putus asa, dan pernah berkata akan melakukan bunuh diri.

“Korban sebelumnya pernah mengatakan ingin bunuh diri karena stres akan sakit dideritanya,” katanya. (ricky robiansyah)