Karimun, Lendoot.com – Sempat dijadwalkan terbang perdana pada Bulan Juli lalu, Maskapai Penerbangan Wings Air hingga kini belum bisa melayani rute Karimun-Batam.

Pembukaan rute penerbangan baru di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati itu hingga kini masih terkendala dan belum dapat direalisasikan.

Pihak maskapai masih melakukan berbagai upaya agar mereka masuk ke Bandara Haji Abdullah (RHA) di Sei Bati, Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Beberapa kendala yang terjadi saat ini diantaranya adalah dalam memenuhi jumlah penumpang. Pasalnya, masuknya Wings Air ke Karimun murni untuk bisnis tanpa ada subsidi dari pemerintah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Fajar Horison mengatakan, saat ini Pemerintah Daerah bersama Bandara RHA masih melakukan komunikasi bersama sejumlah travel di Karimun untuk dapat memenuhi kuota tersebut.

“Kita konsorium ke sejumlah travel minta mitra. Sekarang masih berproses,” kata Fajar, Selasa (27/8/2019) kemarin.

Fajar menyebutkan, Maskapai penerbangan Wings Air berharap 45 seat dari 72 yang tersedia dapat terisi melalui kerjasama mitra itu setiap kali penerbangannya nanti.

“Mereka ingin 45 seat pulang pergi yang terpenuhi,” ujar Fajar.

Untuk memenuhi jumlah tersebut, lanjut Fajar, travel agen di Kota Batam juga dapat dijadikan mitra.

“Kalau bisa di Batam juga. Maka kita juga minta travel dari sana,” katanya.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengatakan saat ini pihak Wings Air masih melakukan pendataan terkait pemasukan.

“Wings air sedang pendataan untung rugi. Kalau dia gegabah masuk ke Karimun tapi hasilnya rugi ya sebaiknya tidak. Dia sedang mensurvey dulu, menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran,” kata Anwar baru-baru ini.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Daerah masih melakukan komunikasi internal dengan pihak maskapai melalui Dinas Perhubungan.

“Harapan kita cepat. Tapi dari manajemen mereka perlu berhati-hati,” ujar Anwar.

Anwar berharap, masuknya maskapai Wings Air ke Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) ini bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat Karimun saja. Akan tetapi seluruh wilayah di sekitaran Karimun juga dapat memanfaatkannya.

“Kita mengahrapkan bukan dari Karimun saja. Karena kalau Karimun saja mungkin terbatas. Seperti masyarakat di luar Karimun seperti Bengkalis dan Selat Panjang,” katanya.

(Ricky Robiansyah)