Karimun, Lendoot.com- Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun menggelar simulasi Glagaspur dalam mengantisipasi serangan udara, Selasa (27/8/2019).

Simulasi tersebut bertujuan untuk melihat kesiapan personil TNI Angkatan laut dalam menghadapi serangan ketika terjadinya penyerangan.

Dalam simulasi itu diceritakan Makolanal Karimun diserang musuh dari udara. Kabar itu diterima dari Puskodal Batam.

Mengetahui adanya penyerangan, lonceng tanda bahaya langsung menggema untuk memberitahukan seluruh anggota terkait penyetangan itu.

Anggota yang sedang melakukan aktifitas, dengan sigap langsung melakukan persiapan diri dengan senjata dan menuju ke pos tempur masing-masing.

Suara ledakan terdengar dari dalam Mako Lanal dan asap hitam menyelimuti. Serangan tersebut mengincar gudang senjata milik markas Lanal Karimun.

Namun, Anggota Lanal yang telah bersiaga dengan sigap membalas serangan musuh. Suara tembakan terdengar, baik dari luar dan di dalam pangkalan.

Musuh berhasil dilumpuhkan dengan serangan bertubi-tubi dari anggota. Seluruhnya tampak bekerja sama dalam menghadapi serangan musuh.

Usai berhasil.melumpuhkan musuh, selanjutnya prajurit Lanal langsung melakukan sterilisasi dengan melakukan pemadaman terhadap gedung yang terbakar akibat serangan dibantu Pemadam Kebakaran.

Satu orang menjadi korban dalam serangan. Korban mendapat luka bakar karena terkena seragan tersebut. Namun, tim dengan sigap melalukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama sebelum dilarikan ke Rumah Sakit.

Peristiwa penyerangan tersebut merupakan latihan perang tempur bahaya umum. Melatih pertahanan dalam menghadapai serangan.

Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro mengatakan bahwa, kegiatan tersebut dalam bentuk uji terampil pangkalan atau pertahanan pangkalan yang dilakukan dari tim komando armada I.

“Tim menilai kesiapan perorangan dan berkelompok. Ada berbentuk bongkar pasang senjata, keterampilan menembak, pengendalian huru hara, dan pertahanan pangkalan,” kata Catur.

Untuk simulasi pertahanan pangkalan, lanjut Catur, yaitu ancaman dari kekuatan udara musuh.

“Prajuti langsung menuju pos tempur, mulai dari dermaga, dengan senjata yang lengkap,” ujarnya.

Disebutkan juga bahwa, latihan tersebut merupakan latihan yang bertahap dan juga berkelanjutan.

“Jadi, tim dari Kolat Armada I ini melakun semacam uji petik atau penilaian, bagaimana kesiapan prajurit Lanal TBK dengan latihan yang dilakukan sehari-hari,” kata Catur. (ricky r)obiansyah