Wakil Ketua II DPRD Karimun Rasno. (Foto : dok Lendoot.com

Karimun, Lendoot.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Karimun Rasno membantah tudingan atas dirinya yang telah melakukan pemukulan terhadap Chip Tugboat Vaquita Dolphin.

Tudingan itu disampaikan beberapa tokoh masyarakat di Kabupaten Karimun terhadap dirinya. Pasca kejadian kapal dinaikinya bersama rombongan ditabrak Tongkang yang ditarik oleh tugboat Vaquita Dolphin, Minggu (7/6/2020).

Rasno menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa ada tindakan pemukulan terhadap chip Tugboat tersebut. Ia mengaku, saat mediasi diatas kapal dirinya hanya berada di dalam kapal dan tidak turun untuk bertemu kru tugboat.

“Saya luruskan. Bahwa saya tidak ada melakukan pemukulan terhadap orang dipihak Tugboat seperti yang dikatakan, dan saya juga tidak mengetahui sama sekali kalau ada kejadian seperti itu,” ujar Rasno dijumpai di Karimun, Sabtu (12/6/2020).

Ia mengatakan, saat kejadian tersebut Ia berada di kapal Baznas dan tidak naik ke kapal Tagboat. Rasno hanya melihat pihak Tugboat dan sejumlah rekannya sesama pemancing terlibat cekcok mulut dan tidak ada tindakan pemukulan.

“Perdebatan terjadi karena pihak Tugboat tidak mengakui bahwa telah menabrak kapal pompong yang tumpangi Rasno Cs untuk memancing. Tapi, setelah diberikan bukti vidio dan foto tongkang, barulah mereka mengaku,” jelas Rasno.

Lanjut Rasno, terjadilah perbincangan dan negosiasi antara kedua belah pihak. Ketika itu, posisi Rasno masih di kapal lainnya, dan tidak mengetahui pembahasan kedua belah pihak.

“Saya tidak turun ke Tugboat, sama masih di kapal ambulance karena saya masih trauma saat itu. Saya hanya kepikiran untuk cepat-cepat sampai ke darat,” ujar Wakil Ketua II DPRD Karimun itu.

Rasno mengatakan, terkait perbincangan dilakukan para pemancing dan kru Tugboat dirinya baru mengetahui setelah tiba di darat.

Soal ganti rugi, menurutnya pihak Tugboat tidak ingin memperbesar masalah dan akan mengganti rugi. Sebab, pihak Tugboat juga tidak ingin perusahaannya mengetahui adanya peristiwa tersebut.

Hanya saja, pihak Tugboat hanya mampu memberikan ganti rugi sebesar Rp 2 juta. Sementara, untuk kerugian yang dialami oleh para pemancing jika ditotalkan mencapai Rp 10 hingga 15 juta, mulai dari kerusakan pompong dan juga hilangnya beberapa pancing karena jatuh ke laut.

“Mereka mau ganti rugi Rp 2 juta. Tapi, untuk kerugian yang kami alami belasan juta. Karena tidak ada kesepakatan, pihak Tugboat melaporkan kejadian itu ke Polres Karimun,” ujar Rasno.

Akan tetapi, Rasno yang dituding melakukan pemukulan, membantah. Bahwa ia tidak ada melakukan pemukulan dan ia juga tidak tau kalau ada pemukulan.

“Saya tidak ingin memperpanjang dan melaporkan soal tuduhan bahwa saya melakukan pemukulan. Saya difitnah, cukup saya berbesar hati saja, dan saya klarifikasi secara pribadi,” kata Rasno.

Sebelumnya, kejadian nahas yang nyaris merenggut nyawa Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Karimun, Rasno dan 8 orang pemancing lainnya. Hal itu, dikarenakan kapal pompong yang ditumpangi untuk memancing ditabrak oleh tongkang.

Kejadian itu terjadi di perairan pulau Tembelas, Kecamatan Meral, Karimun Kepri, Minggu (7/6/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian itu, nyaris membuat mereka kehilangan nyawa, jika pompong yang ditumpangi sampai terbalik atau masuk ke bawah badan tongkang.

“Kalau masuk ke bagian bawah tongkang, nggk taulah kejadian akan seperti apa,” ucap Rasno.

Beruntung, saat itu mereka dapat bertindak dengan sigap dan dapat menahan perahu untuk tidak tarbalik. Hanya saja, sejumlah kerusakan timbul pada badan pompong akibat benturan, bahkan mesin pompong juga mengalami kerusakan.

Kapal pompong yang mereka naiki itu sempat hanyut dan terombang ambing. Karena mesin kapal pompong tidak bisa hidup karena mengalami kerusakan.

“Usai nabrak, tugboat tetap jalan dan menarik tongkang. Tidak melihat kami yang kesusahan. Bahkan kami sempat terbawa arus karena mesin kapal rusak,” katanya.

Sekitar pukul 18.45 WIB, kapal dari Baznas datang untuk memberikan bantuan, juga bersama dengan kapal nelayan lainnya.

Kemudian, Rasno dan rombongan melakukan pengejaran dan mencari Tugboat yang menarik tongkang usai menabrak mereka.

Tugboat tersebut akhirnya ditemukan di sekitar perairan PT Karimun Marine Shipyard (KMS), perusahaan galangan kapal di Parit Lapis, Kecamatan Meral Barat pada Minggu malam.

(rk)