Bupati Karimun Aunur Rafiq melakukan sesi foto bersama usai meresmikan PAUD di Desa Tanjungbatu Kecil. Foto: Riandi

Karimun, Lendoot.com – Selain menyetujui pemekaran di Kecamatan Moro,Kecamatan Karimun, Bupati Karimun akan melakukan pemekaran di Desa Tanjungbatu Kecil, Kecamatan Buru.

Hal ini dikatakan Bupati Karimun Aunur Rafiq pada saat melakukan kunjungan kerjanya di Desa Tanjungbatu Kecil, Kecamatan Buru, Rabu (8/7/2020) kemarin.

Dalam pemekaran tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq ingin menjadikan Pulau Baran Abang yang beraa di Kecamatan Buru sebuah Desa.

Masyarakat pun sangat antusias sehingga salah seorang wargapun bersedia megibahkan tanah pribadinya untuk menjadikan pusat perkantoran dan membuat lapangan sarana olahraga.

“Dikegiatan hari ini kita tadi mendapat dua hibah tanah satu di baran abang untuk pusat perkantoran dan sarana olahraga dan apabila baran abang itu dimekarkan menjadi desa sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, dalam hal iniPemerintah Daerah siap untuk melakukan pembangunan seperti penimbunan tanah, pembangunan maupun sarana olahraga lainnya sesuai luas tanah yang dihibahkan.

“Untuk pemekaraan proses sudah kita masukkan perda nya, sejalan dengan perda pemekaran. Nah disitu sudah masuk kedalam badan legislatif. Yang akan dimekarkan adalah di Kecamatan Moro Kecamatan Karimun yaitu di Desa Parit dan pemekaran desa disini (Tanjungbatu Kacil), insyaalah 2021,” jelasnya.

Orang nomor satu di Bumi Berazam tersebut juga menjelaskan, untuk pembangunan jalan sepanjang 5 kilometer yang tembus dari Tanjung Hutan, Tanjungbatu Kecil hingga ke Baran Abang akan disambung sepanjang 1,5 kilometer.

“Jalan yang belum selesai , jalan yang menembus dari tanjung hutan, tanjungbatu kecil sampai ke baran abang itu diperlukan 5 kilometer, tahun ini kita sambung 1,5 meter. Untuk tahun depan kita lihat kemampuan anggaran apakah 1 atau 2 kilometer lagi yang akan kita sambung,” jelasnya.

Bupati menambahkan, dalam pembangunan jalan, saat ini dirinya tidak hanya fokus disuatu daerah saja, karena ia juga harus memperhatikan pembanguna di daerah lain demi menumbuhkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

“Kalau kita teruskan mungkin 3 tahun selesai, kita tidak bisa fokus disini saja, karena buru, belat dan ungar juga perlu, durai juga aperlu. Jadi proses-proses pembangunan itu yang menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan itu saya kira sudah memang harus kita wujudkan,” tambahnya. (rnd)