Batam, Lendoot.com –  PT Ecogreen dan PT Kaila Alam Sentosa melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove sekaligus gotong royong bersama masyarakat Kampung Kelembak yang terletak di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu ( 27/07/2019)

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove Kampung Kelembak saat ini menjadi salah satu contoh hutan Mangrove yang ada di Kota Batam. Belakangan ini mangrove menjadi salah satu sorotan dari berbagai pihak, bukan dari pemerintah saja tapi dari kalangan masyarakat.

Saat ini hutan mangrove terus mengalami kerusakan dan penyusutan, bahkan Kota Batam di sebut-sebut sebagai daerah darurat pengrusakan mangrove. Beberapa titik di wilayah pesisir hutan mangrove sudah banyak yang dirusak orang yang tidak bertanggung jawab.

Head Corporate Social Responsibility (CSR) Rudiyanto mengatakan, kegiatan semacam ini bertujuan untuk membantu melestarikan lingkungan dan juga merupakan program dari pada Perusahaan Ecogreen yakni membantu melestarikan lingkungan dan menghijaukan kembali bumi.

“Kegiatan gotong royong semacam ini sudah perna kami lakukan sebelumnya  dan ini merupakan kali kedua kami lakukan di kampung kelembak,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan berusaha untuk tetap peduli dengan lingkungan.

Bukan hanya itu pihaknya juga sangat peduli dengan pendidikan serta membangun masyarakat Komuniti Development, berharap program semacam ini akan terus berjalan, dam kita saelu komit dengan penanaman bakau seperti ini. Sambung Rudi

Selain itu Ecogreen juga selalu mengedepankan sisi Pendidikan, dalam hal ini kita ikut membantu pemerintah Kota Batam untuk mengembangkan sumber daya manusia,” kita juga akan memberikan beasiswa dan juga memberikan bantuan untuk murid-murid yang ada di kampung kelembak ini agar mereka tetap berkembang dan bisa mengelolah kampung kelembak ini dengan baik,” katanya.

“Kita berharap kampung kelembak ini menjadi salah satu contoh bahwa di kota Batam ini ada wisata mangrove apalagi batam dekat dengan singapura hal ini memudahkan wisatawan baik dalam maupun luar negeri agar bisa berkunjung ke kampung kelemabak ini,” katanya.

“Kami ikut  berkontribusi  merehabilitasi hutan mangrove dengan menanam 10.000 pohon di mana 2.500 kita adakan dua titik yakni 1000 batang  di kelembak dan 1.500 di taman  di pesisir  Batu Merah,” kata Manager Proyek PT Kaila Alam Sentosa Hidayat

Sedangkan sisanya 7.500 pohon diarahkan ke taman Yasmin Kebun. Adapun program seperti ini untuk menunjang bahwasannya mangrove ini harus di budidayakan dengan cara melaksanakan program- program seperti ini.

“Selain mengembangkan ke aliansi kami juga berkomitmen dan ikut suport hal- hal Positf lain yang bertujuan untuk pelestarian dan megembangkan mangrove itu sendiri,” tambahnya.

Harapannya ke depan perusahaan terkait yang merusak bakau harus segera di atasi oleh pemerintah setempat, karena mangrove ini pohon yang harus dilestarikan. “Jadi mari kita sama-sama menjaga kelestarian Hutan terutama Mangrove yang ada di Kota Batam,” sambung Hidayat.

Terbaru, di Wialayah Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, sebut Ketua Budaya Mangrove Feri Irian, ada 18 hektar lahan yang di timbun, namun pihak perusahaan PT Kailaberkomitmenuntuk menanam kembali lahan yang di canangkan untuk pemukiman warga atau kavling siap bangun (KSB) tersebut.

“Ada sekitar 7.500 pohon yang akan di tanam di sana,” ujar Feri .(rll)