Suasana kebakaran di Meral,tadi pagi, (ist)

Karimun, Lendoot.com – Suasana menegangkan terjadi pada keluarga Suryadi (46), Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 04.00 WIB. Suara letupan dan api yang keluar dari kaca samping Ruko miliknya membuatnya terkesiap.

Suryadi sang pemilik Ruko mulai gelagapan mengingat terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Karena di dalam Ruko itu ada dua orang anak dan istri, akhirnya Suryadi memilih membangunkan anak-anak dan istrinya, agar bergegas meninggalkan ruangan tidurnya.

Lantas, Suryadi berupaya memadamkan api tersebut dengan dibantu seorang anaknya, Merdeka. Upaya itu sia-sia dan api malah semakin membesar.

“Ada suara letupan, lalu api semakin membesar. Kami langsung berteriak meminta tolong ke tetangga. Api baru dapat dipadamkan satu jam kemudian,” kata Suryadi seperti ditirukan Kapolsek Meral AKP Doddy Santosa saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Atas kejadian itu, Ruko yang berada di kawasan Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, ludes terbekar, tak tersisa lagi isi barang-barang di dalamnya.

Doddy Santosa mengatakan saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Tim Inafis Polres Karimun telah turun ke lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

“Dugaan sementara  kita karena konsleting itu. Tapi masih ditelusuri lagi sama tim inafis,” katanya. (rnd)

 

Diduga Akibat Konsleting Listrik

Api yang menghanguskan Ruko milik Suyadi (46) itu diketahui berasal dari konsleting listrik dari kabel di lantai dua ruko tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Meral AKP Doddy Santosa Putra mengatakan, dalam kejadian tersebut, pemilik Ruko dan anggota keluarganya dipastikan selamat.

Polisi sedang melakukan olah TKP di lokasi kejadian Ruko terbakar. (ist)

“Dalam Ruko itu terdapat 4 orang, antara lain pemilik ruko, istri serta dua orang anaknya. Mereka berhasil menyelamatkan diri setelah mengetahui ada kobaran api di jendela kamar sampingnya,” kata Doddy, Selasa (8/9/2020).

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 300 juta. (rk)