Warga Pangke Desak Pemkab Karimun Turun Tangan di Pelantikan Panitia Pilkades

Suasana pelantikan panitia Pilkades Pangke yang akhirnya batal dilaksanakan, kemarin. (ft warga)

Karimun, Lendoot.com – Batalnya Pelantikan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pangke, Sabtu (9/9/2023) sore kemarin, membuat sejumlah warga di Desa Pangke, gerah.

Sekelompok warga yang menghentikan proses upacara pelantikan yang sudah berjalan tersebut  membuat pelantikan yang sudah dihadiri aparatur pemerintah daerah setempat, termasuk Camat Meral Barat itu akhirnya gagal.

Diberitakan sebelumnya, dari informasi yang lendoot.com peroleh dari warga yang hadir di acara tersebut, alasan sekelompok warga menghentikan prosesi pelantikan tersebut tidak tersosialisasikan ke masyarakat umum.

“Alasan mereka (sekelompok warga, red) menghentikan pelantikan karena tidak disosialisasikan ke masyarakat,” ujar seorang warga yang wanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Atas kondisi tersebut, sekelompok warga lain juga mendesak pemerintah daerah agar turun tangan menangani masalah ini.

“Kita tidak mau proses Pilkades ini diganggu orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Artinya ini akan berdampak lama lagi tak ada Pak Kades yang definitive, akhirnya pembangunan di desa kami jadi terhambat,” ujar seorang warga ang juga tidak mau disebutkan namanya.

Sampai saat ini, proses pelantikan panitia Pilkades belum dapat dilakukan mengingat belum ada ketegasan penetapan dari Plt Kades Pangke terkait. Ini berdampak perdebatan di tengah masyarakat karena Pilkades akhirnya lambat dilaksanakan.

Diberitakan sebelumnya,  Jabatan Kades Pangke kosong, seusai Sanuri mengundurkan diri pada Mei lalu. Ini membuat jabatan Kepala Desa Pangke Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, mengalami kekosongan.

Tidak adanya Kades definitive membiuat program pembangunan di desa tersebut  terhambat. Program-program pembangunan di Desa tersebut juga tidak berjalan, mengingat pemerintah daerah setempat juga tidak terlalu banyak memberikan programnya ke desa ini.

“Untuk itu kami, warga Desa Pangke berharap Pemkab cepat tanggap dalam mengatasi persoalan ini. Desa kami jadi tertinggal pembangunannya jika disbanding dengan desa lainnya,” ujar seorang warga Arifin, pertengahan Agutus lalu. (msa)