Perugas Satpol PP dan POlsek Tebing saat memberikan pemahaman dan pembinaan ke siswa SMKN 1 Karimun . (raj)

Karimun, lendoot.com – Perkelahian dua orang siswa SMK Negeri 1 Karimun yang direkam video oleh rekan sekolahnya yang kemudian disebar di media sosial dan sempat viral, mendapat kecaman masyarakat.

Ikhsan, seorang warga Karimun mengaku miris melihat perilaku kekerasan yang dilakukan siswa SMK di Karimun tersebut. “Masih muda, sudah main kekerasan, mirisnya lagi dengan teman-temannya yang sebanyak itu di video, bukannya dilerai eh malah direkam,” ujar Ikhsan, Kamis (28/7/2022).

“Macam tak ada adab lagi semua siswa yang ada di video itu. Kawan kelahi bukan dipisahkan, malah disorak-soraki. Malah ada yang merekam pulak. Menyedihkan lihat generasi muda seperti ini,” ujar Alim seorang warga Karimun lainnya.

Perkelahian tersebut dikabarkan terjadi di luar jam pelajaran sekolah. Lokasinya diperkirakan yang tidak jauh dari sekolah SMK tersebut. Tak lama usai perkelahian, video perkelahian yang direkam sesama teman sekolahnya itu disebar dan akhirnya viral.

Soal keprihatian warga juga senada diungkapkan Kapolsek Tebing AKP  Brasta Pratama Putra yang ditemui wartawan, Kamis (28/7/2022). Hal ini disampaikannya saat mengumpulkan rombongan siswa di lapangan sekolah untuk diberikan pembinaan.

“Itu yang sangat kami sayangkan, dari sekian banyak siswa yang menonton tidak ada yang meleraikan. Malah merekam video dan menyebarkannya ke medsos,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak Polsek Tebing bersama Satpol PP Karimun mendatangi sekolah dan melakukan tindakan pembinaan terhadap siswa yang terlibat perkelahian juga yang menonton kejadian perkelahian tersebut.

Dipicu Masalah Pinjam-meminjam Gitar

Dikabarkan penyebab perkelahian tersebut ternyata dipicu masalah pinjam-meminjam gitar.

“Sebenarnya itu awalnya hanya perselisihan antara 2 orang siswa terkait masalah pinjam meminjam gitar, siswa tersebut mau meminjam gitar ke siswa yang satunya, tapi gak dikasi, nah terjadilah perkelahian dan disaksikan oleh siswa yang lain” ujar Kapolsek Tebing AKP  Brasta Pratama Putra usai memberikan pembinaan.

Selain pembinaan, orangtua atau wali murid siswa yang berkelahi dan yang menonton juga akan dipanggil pihak sekolah untuk diberikan pemahaman.

“Setelah melakukan pembinaan, kami juga melaksanakan patroli ke tempat-tempat yang biasanya dijadikan tongkrongan siswa dan juga mengimbau warung-warung di lokasi tersebut agar tidak menjual rokok atau minuman keras kepada siswa yang menggunakan seragam sekolah” pungkas Brasta. (msa/raj)