Salah satu sajian Bebek Songkem Pak Salim yang kini jadi bisnis waralaba. (ist)

Jakarta, Lendoot.com – Penyuka kuliner dari Madura, pasti tahu yang namanya Bebek Songkem atau Bebek Sungkam yang terkenal itu.

‘Bebek Songkem Pak Salim’, produk kuliner tradisional khas Sampang yang rendah lemak yang menjadi binaan Medco E&P, kini telah berkembang menjadi bisnis waralaba.

Pembuatannya melibatkan 25 warga perempuan di Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Forum ini merupakan pembuktian hasil kerja kerja sama masyarakat dengan para industri hulu migas dan khususnya Medco E&P untuk bersama sama mengembangkan ekonomi daerah.

Pada sela-sela kegiatan Forum Kapnas  itu dilangsungkan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU).

Pemilik Bebek Songkem, Antara Salim dengan salah satu pembeli waralaba yaitu Direktur Utama salah satu perusahaan nasional yang ikut berpartisipasi dalam forum ini.

Penandatanganan ini upaya Medco melakukan pembinaan UMKM menjadi mandiri. Salah satunya dengan pengembangan usaha bebek yang bermula dari industri rumahan menjadi bisnis waralaba.

Produksi Bebek Songkem bermula dari usaha Salim, warga Camplong, yang memiliki resep pengolahan bebek secara turun temurun.

Salim sebelumnya adalah pengayuh becak di desa. Bermodalkan resep warisan keluarga dan tekad kuat untuk mencukupi kebutuhan keluarga, banting setir.

Dia mencoba peruntungan dan dengan bimbingan Medco E&P dan SKK Migas, mengembangkan Bebek Songkem.

“Alhamdulillah, kami kini mampu memproduksi sekitar 300 ekor bebek lebih setiap hari mengirimnya ke daerah sekitar di luar Pulau Madura seperti Surabaya, Pasuruan dan sekitarnya,” ujar Salim.

Bebek Songkem adalah varian lain di Sampang, Madura. Pengolaannya, bebek dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama tiga jam agar mencapai keempukan yang diinginkan.

Sekaligus, dengan teknis pengolahan ini, Salim meng-claim kadar lemak bebek cenderung rendah, karena telah hancur saat proses pengukusan.

“Dengan kata lain Bebek Songkem merupakan jenis makanan rendah lemak,” paparnya.

Menurut Salim, bagi masyarakat yang berminat ikut dalam bisnis Bebek Songkem, bisa menyisihkan Rp15 juta untuk lima tahun sebagai pembayaran biaya franchise.

Pembelian bebek tidak ada jumlah minimum dan langsung dikirim dari Madura dalam bentuk frozen serta sudah berbumbu matang (seperti ungkep).

“Franchise kami telah belasan lokasi dan tersebar di beberapa daerah di Indonesia” ujar Salim. (ddh)