Pelabuhan Internasional Karimun. (Dok Lendoot.com)

Karimun, Lendoot.com – Ratusan calon penumpang tujuan Malaysia tertahan di Pelabuhan Internasional Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (30/9/2022].

Calon penumpang itu harus menunda keberangkatannya ke Negara Malaysia, diduga penyebabnya dikarenakan mereka tidak memiliki tujuan yang jelas.

“Rencamamya ingin ke Malaysia, sudah menunggu juga dari pagi, tetapi belum diberangkatkan. Kami belum menerima informasi lanjutan terkait nasib kami,” kata salah seorang warga Selat Panjang, Aswandi.

Menurutnya, penundaan keberangkatan itu juga disebabkan karena dirinya memiliki identitas di luar Provinsi Kepri.

“Tadi pas di cek KTP saya selat panjang, jadi ditunda dahulu keberangkatannya. Sementara penumpang yang ber KTP Karimun diperbolehkan,” katanya.

Ia mengharapkan, Imigrasi Karimun kembali mengizinkan keberangkatan pelaku perjalanan ke luar negeri yang saat ini terlantar di pelabuhan.

Terkait pemberitaan itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Lutfi melalui Kepala Seksi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Imigrasi Karimun Sopian Kasim Sani menjelaskan, bahwa terkait adanya kejadian tersebut, diduga calon penumpang itu belum memiliki tujuan yang jelas untuk berangkat keluar negeri.

“Penundaan sementara saja, diduga para calon penumpang belum memiliki tujuan yang jelas untuk berangkat keluar negeri,” kata Sopian dikonfirmasi, Jumat (30/9/2022).

Ia menyebutkan, beberapa penumpang tersebut tertunda pada saat ingin pembelian tiket menuju ke Malaysia. Menurutnya, sejauh ini Kantor Imigrasi Karimun selalu memberikan pelayanan terbaik dan tetap menjalankan fungsi pengawasannya.

“Untuk menyikapi peristiwa beberapa penumpang yang tertunda berangkat, Imigrasi Karimun akan mengizinkan para penumpang yang akan keluar negeri selama memiliki Paspor yang sah dan masih berlaku serta dengan tujuan yang jelas,” katanya.

Ia mengatakan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun tidak pernah melakukan tindak diskriminatif terkait perizinan keberangkatan para penumpang.

“Semua memiliki hak yang sama asalkan Paspornya masih berlaku, memiliki tiket perjalanan, dan tujuan yang jelas. Semua masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama,” jelasnya. (rko)