Karimun, Lendoot.com- Hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) berjalan dengan aman dan lancar.

Sekolah- sekolah yang semulanya ditutup, kembali dibuka untuk proses belajar mengajar. Berlangsungnya pembelajaran juga dengan penerapan Protokol Kesehatan (Protkes) yang ketat.

Setiap siswa yang hadir harus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan masker serta menjaga jarak. Hal itu bertujuan untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19.

Selain itu, tenaga pendidik dan siswa yang hadir harus memenuhi persyaratan untuk mengikuti PTM, salah satunya yakni harus sudah divaksin Covid-19.

BACA JUGA! Pelabuhan Malarko, Besar Dianggarkan Hanya Sebatas Khayalan

Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Riza Kurniati mengatakan, proses PTM hari pertama dimulai dengan kegiatan doa bersama yang dilakukan serentak di masing- masing satuan pendidikan di Karimun.

“Alhamdulillah pembelajaran tatap muka berlangsung dengan aman dan lancar. Kami memastikan juga, penerapan protkes berjalan dengan ketat,” kata Riza, Jumat (1/10/2021).

Ia mengatakan, sekolah- sekolah yang memulai pembelajaran tatap muka telah memenuhi persyaratan yang diharuskan, salah satunya, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan.

“Sebelum dibuka, kami telah melakukan peninjauan terkait sarana sanitasi dan kebersihan. Dan semuanya memadai,” katanya.

BACA JUGA! Pemkab Karimun Ingin TPP Pegawai dan Insentif Honorer Normal Lagi Awal 2022 Mendatang

Pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah- sekolah wilayah Karimun menggunakan sistem pembelajaran terbatas dengan kapasitas perkelasnya hanya 50 persen dari jumlah siswa.

Untuk sistem pembelajaran Jenjang PAUD kegiatan tatap muka hanya diperbolehkan 33 persen dari jumlah siswa dengan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Sedangkan untuk tingkat SD menggunakan sistem on-off dengan kapasitas siswa 50 persen. Sementara tingkat SD, sistem pembelajaran menggunakan sistem shift dengan perharinya dibagi dua shift.

“Untuk satu jam pembelajaran itu 30 menit dan kapasitas kelasnya juga hanya boleh 50 persen dari jumlah siswa,” katanya.

“Untuk jenjang SD itu satu hari masuk satu hari tidak, sedangkan untuk SMP itu sehari dua shift dari jam 07.30 Wib- 09.30 Wib dan 10.30 Wib – 12.30 Wib,” kata Riza.

BACA JUGA! Dr Zaidul Akbar: Penyakit Turunan seperti Jantung Bisa Diatasi Sejak Anak Dalam Kandungan

Riza berharap, PTM di Karimun dapat terus berjalan dan tidak terjadinya oenyebaran kasus Covid-19 klaster sekolah. Untuk wujudkan hal itu, ia meminta kepada pihak sekolah dan orang tua siswa untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan.

“Tentunya ini harapan kami terus berkelanjutan, jadi kami harapkan kerjasama semua pihak untuk wujudkan itu,” katanya.

BACA JUGA! WASPADAI Gejala-gejala ini! Diabetes Sedang Mengancam Anda

Seorang guru di SDN 001 Tebing mengatakan sangat mendukung pembelajaran tatap muka ini. “Kami berharap bisa terus-terusan. Tidak ada lagi belajar di rumah, karena kita juga kangen belajar bersama murid-murid,” ujar guru tersebut.

Senada dengan guru tersebut, orangtua siswa Rohani juga mengatakan alasannya mendukung PTM tersebut karena tidak dapat maksimal mendidik anak sendiri di rumah.

“Kemampuan kita terbatas. Kalau kita yang ngajar, pasti tidak maksimal. Mudah-mudahan berkelanjuran lah,” harap Rohani. (rko/msa)