Satpolairud Polres Karimun mengamankan dua kapal kayu bermuatan puluhan orang diduga hendak masuk ke Kabupaten Karimun melalui jalur tidak resmi, Sabtu (22/5/2021). (rko)

Karimun, Lendoot.com – Sat polairud Polres Karimun kembali amankan dua kapal kayu bermuatan puluhan orang diduga hendak masuk ke Kabupaten Karimun melalui jalur tidak resmi, Sabtu (22/5/2021).

Kedua kapal itu masing- masing berisikan 11 orang penumpang asal Sungai Upih Penyalai Kabupaten Inhil dan 12 orang dari Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

Puluhan orang itu diketahui ingin masuk ke Kabupaten Karimun tanpa kelengkapan dokumen kesehatan Covid-19 yang kini wajib bagi pendatang dari luar Karimun.

Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir mengatakan, dua kapal itu masuk ke Kabupaten Karimun melalui pelabuhan tidak resmi.

“Hari ini kembali kita amankan puluhan warga asal Provinsi Riau yang ingin masuk ke Karimun tanpa dokumen kesehatan,” kata Binsar, Sabtu (22/5/2021).

Dari hasil pemeriksaan, Binsar menyebutkan, tidak satu orangpun penumpang kapal itu yang membawa surat bebas Covid-19 dari daerah asal.

Terhadap para penumpang itu, pihaknya langsung lakukan koordinasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kecamafan Karimun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Kita berkoordinasi dengan Gugus Tugas terkait langkah-langkah penanganannya. Mereka selanjutnya diperiksa swab antigen untuk memastikannbebas Covid-19,” katanya.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan swab antigen, para penumpanh seluruhnya Negati Covid-19. Kemudian, penumpang itu di serahkan kepada pihak keluarga di Karimun.

“Tidak ada yang positif, semua kita serahkan ke pihak keluarga. Namun apabila ada yang positif nanti, maka kita akan lakukan karantina terpusat,” katanya.

Binsar mengatakan, terkait alasan warga Riau itu datang ke Karimun salah satunya ialah ingin mengantarkan anaknya masuk sekolah di Karimun.

“Sementara satu kapal lainnya itu merupakan warga Karimun, mereka baru pulang mudik lebaran di Kabupaten Inhil,” katanya.

Ia mengatakan, Satpolairud Polres Karimun akan terus memperketat pengawasan pintu masuk di Perairan Karimun. Binsar berharap, bagi pendatang dapat masuk ke Karimun melalui pelabuhan resmi.

“Mari sama- sama menjaga. Apabila salah satu dari mereka ada yang positif, maka akan membahayakan orang banyak. Kita minta pengertiannya,” katanya.(rko)