Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepri, Lambok Sidabutar, . (ist)

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Asisten Intelijen Kejati Kepri, Lambok Sidabutar mengatakan perkara tunjangan perumahan itu sudah siap dilakukan penuntutan.

Ini setelah berkas perkara dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna tahun 2011-2015 itu sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Kejati Kepri.

 “Penanganan perkara indikasi tindak pidana korupsi DPRD Natuna sudah P21 sudah sempurna, baik secara formal maupun secara materiil,” katanya didampingi Kasi Penkum Kejati Kepri, Nixon Andreas Lubis.

Lambok menerangkan, pelimpahan berkas perkara ke pengadilan menunggu penyerahan tersangka dari penyidik ke penuntut umum.

“Tinggal menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum. Sesuai dengan SOP maksimal 30 hari,” terangnya.

Ditanya soal penahanan para tersangka, Lambok menuturkan masih menunggu arahan Kajati Kepri, Gery Yasid.

“Nanti sesuai arahan pimpinan apakah di tahan atau tidak,” tambahnya.

Sekadar informasi, ada 5 tersangka dalam perkara yang menelan anggaran mencapai Rp 7,7 Miliar ini.

Mereka adalah Bupati Natuna periode 2010-2011, Raja Amirullah dan Bupati Natuna periode 2012-2015 Ilyas Sabli serta Ketua DPRD Natuna periode 2009–2014 Hadi Chandra.

Ada juga Sekda Natuna periode 2011-2016 Syamsurizon dan Makmur Sekwan DPRD Natuna periode 2009-2012.

Dua dari kelima tersangka ini sekarang sedang aktif menjadi Anggota DPRD Kepri periode 2019-2024 yaitu Hadi Candra dan Ilyas Sabli. (dan)