Djaswir, Manajer PLN Tanjungbalai Karimun. (msa)

Karimun, Lendoot.com- Pasokan daya listrik di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) alami surplus sebesar 12 Mega Watt.

Kelebihan daya itu dapat menjadi pasokan cadangan, apabila terjadi ngangguan kerusakan di mesin milik PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun.

Manager PT PLN ULP Tanjungbalai Karimun Djaswir mengatakan, kebutuhan listrik di Pulau Karimun saat ini mencapai 27 MW dari jumlah pasokan listrik sebesar 39 MW.

Dengan begitu, terdapat surplus sebesar 12 MW untuk memasok ketersediaan listrik di wilayah Kabupaten Karimun.

BACA JUGA! Mahluk Halus Akan Mendatangimu Jika Lakukan 7 Kebiasaan ini di Rumahmu, Maka HINDARILAH!

“Beban daya puncak yang diperlukan untuk mengakomodir seluruh pelanggan PLN yang terafiliasi di pulau Karimun besar ialah sebanyak 27 mega watt, jadi ada surplus sekitar 12 MW,” kata Djaswir, Senin (18/10/2021).

Ia menyebutkan, surplus daya yang ada saat ini diperuntukan sebagai pasokan cadangan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

“Surplus ini sebagai cadangan kita, jika ada penambahan baik sektor rumah tangga ataupun bisnis kita tetap akan suplai,” katanya.

BACA JUGA! Waspada Pinjol Ilegal! Semua Data di Galeri Foto Hape Anda Bisa Dibobolnya

Djaswir menjelaskan, saat ini PLN ULP Tanjungbalai Karimun mencatat jumlah pelanggan telah mencapai 51.500 pelanggan. Seluruhnya tersebar diberbagai desa di pulau Karimun.

“Dari jumlah 51.500 pelanggan ini lah beban dayanya sebesar 27 mega watt. Dan sisinya itu sebagai cadangan,” katanya.

BACA JUGA! Asma dan Sesak Nafas Sembuh dengan Herbal Sederhana ala dr Zaidul Akbar

Sementara itu, untuk kawasan industri menurut Djaswir kebutuhan listrik di pasok dari pembangkit khusus untuk kawasan Industri yang dipegang PT Soma. Sehingga, PLN Karimun hanya melayani untuk pemasangan baru bagi pelanggan rumah tangga.

“Kawasan industri kita di sini kan ada zona KPP, zona Soma itu kawasan industri, mereka punya pembangkit sendiri. Nah, kita hanya melayani listrik untuk masyarakat dan bisnis di luar zona itu,” jelasnya. (rko)