Karimun, Lendoot.com – Tuntutan ekonomi mendorong seorang pria di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau melakukan aksi nekat, dengan mencuri sepeda motor di tiga lokasi berbeda.

Pria berinisial RPS itu nekat melakukan tindak pencurian karena sedang membutuhkan biaya untuk lahiran anak pertamanya.

Akan tetapi, bukannya bisa mendampingi sang istri saat kelahiran anak pertamanya, RPS lebih dulu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, setelah Tim Bison Satreskrim Polres Karimun lakukan penangkapan terhadapnya.

RPS dibekuk tim buser Satreskrim Polres Karimun itu di sekitar pelabuhan antar pulau Sri Tanjung Gelam atau lebih dikenal pelabuhan KPK, jalan Nusantara, Tanjungbalai Karimun tepat pada hari perayaan HUT Bhayangkara ke-75.

Ditemui di Mapolres Karimun, RPS nekat melakukan pencurian tiga unit sepeda motor beralasan tidak memiliki uang untuk biaya lahiran anak pertamanya.

“Istri mau melahirkan, lagi hamil 8 bulan. Anak pertama,” kata RPS saat di temui wartawan, Jumat (2/7/2021) sore.

Kasatreskrim Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi mengatakan, RPS dalam aksinya berhasil mengasak 3 unit sepeda motor milik warga, antara lain Yamaha Mio Soul warna merah, Yamaha Vega warna hitam dan Honda Genio warna hitam.

“Pelaku melakukan pencurian sepeda motor di tiga lokasi. Aksinya pada Juni lalu,” kata Arsyad.

Arsyad mengatakan, tiga motor curian itu kemudian di jual oleh pelaku kepada dua orang warga yang kini juga di tetapkan sebagai tersangka.

Dua orang selaku oenada itu, yakni JA dan S, mereka di kenakan Pasal Penadahan Barang Hasil Curian dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

“Selain pemetik RPS, kami juga menetapkan dua orang penadah yang membeli sepeda motor hasil curian RPS. Kedua penadah itu inisial JA dan S,” ujar Arsyad.

Ia menyebutkan, RPS kerap beraksi ketika kondisi sekitar lokasi dalam keadaan sepi. Dalam aksinya, pelaku mencongkel sepeda motor dengan menggunakan letter T.

Selain mengungkap kasus pencurian tiga unit sepeda motor dengan pelaku RPS, Satreskrim Polres Karimun juga mengungkap satu kasus curanmor lainnya dengan pelaku inisial TMN.

TMN diketahui melakukan pencurian sepeda motor Honda Scoopy warna merah yang belum lama dibeli korban. Parahnya, motor yang dicuri TMN merupakan milik temannya sendiri.

“Korban TMN ini temannya sendiri,” kata Arsyad.

Tersangka menggunakan modus operandi menggandakan kunci sepeda motor korban. Sebelumnyq, tersangka lebih dulu meminjam sepeda motor korban untuk membeli makanan.

“Tersangka meminjam sepeda motor korban untuk digandakan kuncinya,” terang Arsyad.

Aksi pencurian sendiri dilakukan oleh TMN pada 24 Juni 2021. Untuk menghilangkan jejak dan menghindari kecurigaan korban, TMN kemudian menyembunyikan sepeda motor Honda Scoopy korban di dalam semak-semak selama tiga hari.

“Sempat disembunyikan di semak-semak selama 3 hari dan baru dikeluarkan begitu dirasa situasi sudah aman,” kata Arsyad.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Karimun agar selalu waspada akan aksi pencurian sepeda motor. Saya perhatikan warga kita terlihat cuek, meletakkan motor di luar rumah, di tepi jalan, kadang tanpa dikunci lagi. Demi kebaikan bersama, tolong ini jadi perhatian,” kata Arsyad.(rko)