Bupati Natuna Wan Siswandi mengecek harga sayuran di pasar. (dan)

Natuna, Lendoot.com  – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diprediksi akan memicu inflasi yang ditandai dengan kenaikan harga kebutuhan lainnya, termasuk harga kebutuhan pokok, belum terjadi di Natuna.

Di pasar tradisional Ranai misalnya, kenaikan BBM tersebut belum memiliki dampak signifikan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Nah untuk kenaikan harga telur, itu terjadi pada saat sebelum harga BBM naik,” terang Bupati Natuna Wan Siswandi saat inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Tradisional Ranai.

Meski belum ada dampak signifikan terhadap kenaikan BBM katanya, pemerintah daerah akan terus memantau. Kemudian, pemerintah akan melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu agar tidak terjadi kenaikan harga kebutuhan lainya di Natuna.

“Untuk menekan kenaikan harga barang dan pangan, pemerintah akan menyisihkan 2 persen dari dana DAU dan DBH untuk dibuatkan kegiatan yang intinya untuk membantu masyarakat,“ ungkap Wan Siswandi.

Langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah, lanjutnya, bisa berupa bantuan langsung, operasi pasar murah serta kegiatan dari dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Contoh Dinas Pertanian membantu biaya operasional petani, perikanan juga demikian hingga dana yang kita alokasikan terserap secara efektif dan dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (dan)