Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin. (istimewa sijoritoday)

Tanjung Pinang, Lendoot.com – Menyusul kebijakan pusat yang akan menjadikan Provinsi Kepri sebagai hub ekspor Indonesia Bagian Barat, pembangunan pelabuhan ekspor sebagai sarana pendukung sangat dibutuhkan.

“Pusat sudah berencana menjadikan Kepri sebagai hub ekspor, saya kira Pemprov Kepri sudah bisa mulai menyediakan sarana pendukung, salah satunya pelabuhan ekspor,” kata  Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin  seperti dikutip dari sijoritoday.com, Sabtu (19/11/2022).

Wahyu mengusulkan agar pelabuhan ekspor dibangun di kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Kabupaten Bintan dan dikelola langsung oleh Badan Pengusahaan Kawasan Bintan.

“Saya kira pelabuhan itu layak dibangun di Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Wahyu juga menjelaskan bahwa selain membangun pelabuhan, eksportir juga mengeluhkan tarif peti kemas yang sangat mahal.

Ia mengungkapkan, tarif peti kemas 20 feet di Kepri Rp80 juta, berkali-kali lipat dari Pulau Jawa yang hanya Rp30 juta.

Mahalnya tarif peti kemas diduga disebabkan monopoli oleh sejumlah pengusaha. “Para investor sering mengeluhkan mahalnya tarif peti kemas, kata mereka di Kepri Rp80 juta ukuran 20 feet, dua kali lipat dari Pulau Jawa yang hanya Rp30 juta,” terangnya.

Wahyu optimis, pembangunan pelabuhan ekspor dan tarif peti kemas yang murah akan meningkatkan minat investor dan membuka lapangan kerja baru.

“Saya kira pak gubernur juga semangat membangun pelabuhan ekspor ini karena potensi pendapatan tidak akan kurang dari Rp1 triliun per tahun,” pungkasnya. (*/amr)