Lingga – Fenomena unik terjadi di Pasar Tradisional Dabo Singkep menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Di saat biasanya harga kebutuhan pokok melonjak, harga sejumlah komoditas di pasar ini justru terpantau mengalami penurunan. Sayangnya, penurunan harga tersebut belum mampu mendongkrak aktivitas belanja masyarakat yang masih terlihat sepi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa komoditas utama mengalami koreksi harga yang cukup signifikan. Bawang merah Jawa yang sebelumnya menyentuh angka Rp45.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp40.000.
Berikut adalah rincian harga komoditas lainnya di Pasar Dabo:
Bawang Putih: Rp30.000 per kilogram.
Cabai Merah: Rp50.000 per kilogram.
Cabai Setan: Rp65.000 per kilogram.
Cabai Rawit: Rp60.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Ranisah, mengungkapkan bahwa pasokan barang yang melimpah dari Tanjungpinang dan Jambi menjadi salah satu faktor stabilnya harga saat ini.
Meski harga relatif terjangkau, Ranisah mengeluhkan kondisi pasar yang kian sepi pembeli. Menurutnya, keramaian hanya terjadi sesaat pada waktu subuh, namun menjelang siang, suasana pasar kembali lengang.
“Hampir semua bahan pokok harganya turun, tapi pembeli tetap sepi. Kami menilai daya beli masyarakat sedang menurun drastis, kemungkinan karena sulitnya lapangan pekerjaan saat ini,” ungkap Ranisah, Kamis (12/2/2026).
Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana menjelang Ramadan pasar biasanya dipadati warga hingga siang hari. Lesunya perputaran uang di pasar tradisional ini membuat para pedagang khawatir.
Para pedagang di Dabo Singkep berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat. Mereka merindukan masa-masa di mana pasar menjadi pusat keramaian dan penggerak utama ekonomi daerah.
“Dulu pasar selalu ramai merata, sekarang menjelang siang sudah seperti kota mati. Kami sangat berharap situasi ekonomi segera membaik agar aktivitas perdagangan kembali normal,” harapnya. (wan)




