Lingga – Angin segar berembus dari sektor pertanian Kabupaten Lingga. Sejumlah sentra pertanian cabai lokal kini memasuki masa panen raya, sebuah momen yang telah dinantikan oleh para petani sekaligus menjadi oase bagi para ibu rumah tangga di tengah fluktuasi harga pangan.
Melimpahnya pasokan cabai lokal ini perlahan mulai menekan grafik harga di pasar tradisional, membuat komoditas “si pedas” ini tak lagi menyiksa kantong konsumen.
“Kami sudah mulai dari bawah, ada yang menanam 1.200 pohon hingga 150 bibit cabai di tingkat ranting,” kata Armanto, Rabu 8 April 2026.
Ia menegaskan program ini bukan sekadar seremonial, tapi gerakan berkelanjutan. Menurutnya, ke depan setiap ranting akan dibantu 100 polibek sebagai langkah awal pembelajaran bagi masyarakat.
Tujuannya jelas, agar Lingga tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan cabai dari luar daerah seperti Jambi. Ia juga berharap harga cabai tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat.
“Kita ingin cabai ini digalakkan serius, supaya kebutuhan bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” ujarnya.
Armanto menyebut harga cabai saat ini sudah berada di angka yang relatif normal, yakni sekitar Rp50 ribu per kilogram. Ia berharap angka tersebut bisa dipertahankan agar tidak kembali pedas di kantong.
Panen perdana menghasilkan sekitar 30 kilogram dari 670 pokok cabai yang ditanam. Hasilnya langsung dipasarkan ke pasar Dabo Singkep dan juga dijual ke masyarakat dengan harga yang sama tanpa diskon rasa kasihan.
Selain cabai, kelompok ini juga menanam terong yang terbukti cukup produktif. Dalam satu minggu, 100 pohon terong mampu menghasilkan panen hingga memberikan pemasukan ratusan ribu rupiah.
Camat Singkep, Agustiar, mengapresiasi langkah tersebut dan menyebutnya sebagai inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Ini motivasi luar biasa dan sejalan dengan program PKK untuk memanfaatkan pekarangan rumah,” kata Agustiar.
Ia berharap gerakan ini terus berkembang hingga ke tingkat ranting di seluruh kecamatan. Dengan begitu, cabai dan sayuran lain tak hanya tumbuh di kebun, tapi juga jadi solusi nyata bagi ekonomi masyarakat Lingga. (wan)



