Barang bukti jemuran yang dijual maling di daerah Baran. (msa)

Karimun, Lendoot.com –  Ada cerita yang menarik dari perjalanan kasus warga yang kehilangan jemuran berbahan baku aluminium sejak, Jumat-Sabtu (15-16/7/2022).

Sebagai bentuk kekesalan warga yang menjadi korban, mereka berinisitif melakukan aksi penjebakan terhadap pelaku.  

Ide untuk menjebak pelaku ini berawal dari temuan dugaan seseorang sebagai pelaku menjadi pengguna akun facebook. Si akun ini menawarkan jemuran dengan harga terjangkau di Forum Jual Beli Karimun.

Satu dari beberapa orang korban kemudian berinisiatif untuk menjebak pelaku. Akhirnya beberapa korban yang saling kenal bekerjasama melakukan upaya penjebakan.

Setelah melihat postingan terkait jual jemuran, kemudian satu korban menghubungi si penjual. Berhubung yang menghubungi seorang laki-laki, maka si penjual enggan membalasnya dan bahkan tidak mengangkat teleponnya.

Ketika korban lainnya menghubungi, baru terduga pelaku itu membalasnya. COD (cash on delivery)-pun disepakati. Pertama, di daerah Sei Bati, namun ditunggu-tunggu si pelaku tidak juga datang.

Tak sampai di situ, kemudian COD berubah tempat di seputaran jalan Poros dekat Kodim 0317/Tbk. Lagi-lagi, si terduga pelaku tidak menepati janjinya untuk COD. Kemungkinan besar karena yang ingin membeli adalah seorang laki-laki.

BACA JUGA!

Siasat diubah para korban. Seorang ibu kemudian mencoba menyamar menjadi pembeli. Nah, benar saja si terduka pelaku maling jemuran membalasnya.

Janji COD-pun disepakati di depan SMAN 2 Karimun. Lalu si ibu dengan sabar menunggu si penjual jemuran itu selama beberapa menit. Tak lama, keluar dari jalan dekat SMAN 2 Karimun seorang remaja usai sekitar 18 belasan tahun.

Sambil membawa jemuran, si pelaku mencoba memanggil si ibu untuk mendekat. Kemudian, sebagian korban lain menunggu transaksi itu dari kejauhan dari depan Graha RAP.

Si ibu kemudian melihat-lihat barang dagangan si pelaku. Kemudian sambil berujar,”ini seperti punya saudara saya yang hilang,” ujar si ibu.

Mendengar itu, si pelaku langsung melempar jemuran dan kabur. Belum sempat para korban mendekat atau menangkap si pelaku, namun si pelaku sudah lari ke arah jalan setapak bersemak di kawasan SMAN 2 Karimun tersebut.

Meski berhasil lolos, namun para korban sudah dapat mengidentifikasi pelaku. Bahkan, ketika ditelusuri, pihak keluarga pelaku mengakui ada kemungkinan si remaja yang putus sekolah tersebut sebagai pelakunya.

“Bisa jadi pak. Sebab sudah lama tidak pulang ke rumah kami pak,” jelas kakak dari yang terduga pelaku di kawasan Kolong Sei Lakam.

Usai mengetahui terduga pelaku, beberapa korban akhirnya mendatangi Polres Karimun untuk membuat laporan. “Kita buat laporan supaya bisa dibantu polisi menangkap pelakunya. Kita berharap bisa cepat ditangkap,” ujar Ami, seorang korban lainnya. (muhamadsarih)