Ilustrasi korupsi./tangkapan layar YouTube

Karimun, Lendoot.com – Di tengah  pandemi Covid-19 tahun 2020, ketika banyak larangan pegawai ke luar daerah, justeru dikabarkan banyak pegawai bepergian ke luar daerah.

Bahkan karena anggarannya diduga fantastis di saat masyarakat sedang kesulitan ekonomi, sehingga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun pun akhirnya meliriknya sebagai kasus dugaan korupsi di dalamnya.

Salah satunya di jajaran Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Karimun saat ini kasus dugaan korupsi perjalanan dinas luar daerah masih bergulir di Kejaksaan Negeri Karimun.

Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas luar daerah ini pun mendapatp apresiasi dan sorotan serius berbagai kalangan masyarakat.

Seorang tokoh masyarakat Amirullah, salah satunya mengaku mendukung penuh langkah penegakan hukum yang saat ini diproses Seksi Pidana khusus.

“Kepada kejaksaan kami berharap ajar dapat menjalan kan tugas dan kewenangan nya sampai tuntas setiap kasus yg ditangani nya terutama kasus korupsi,” ujar Amirullah seperti dikutip dari radarkriminal, belum lama ini.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Meral Barat mengaku prihatin atas banyaknya kasus korupsi yang saat ini menjerat pejabat di lingkungan Pemda Karimun.

Dia merinci mulai dari kasus PDAM, kasus Korupsi di DPRD, kasus dana desa, serta yang terbaru, kasus dugaan korupsi perjalanan dinas luar daerah di BAPPEDA.

“Saya sebagai masyarakat Karimun merasa prihatin sekali atas kasus-kasus korupsi di Karimun ini. Bahkan dimasa pandemi ada juga kasus korupsi terjadi,”

“Dimana masyarakat dihimpit kesulitan yang luar biasa, dikepung kesusahan dari segala arah seakan akan tidak bisa bernafas lagi. Sementara masih ada juga yang bermain (anggara, red), korupsi di Karimun ini,” ujarnya.

Kepala Seksi Pidana khusus Kejari Tanjungbalai Karimun mengatakan jika pejabat terkait di Bappeda tersebut sudah dikirimi surat pemanggilan, guna menindaklanjuti pelaporan dari salah satu masyarakat.

“Insyaallah hari ini kita panggil mereka untuk klarifikasi,” tulisnya dalam pesan singkatnya, Selasa pagi.

Sementara itu Kepala Bappeda Karimun Djunaidi yang coba dikonfirmasi Lendoot.com mengenai kebenaran kabar ini, pagi menjelang siang tadi, sedang tidak berada di kantornya.

“Bapak tidak ada, sedang melayat di tetangganya,” jawab seorang pegawai.

Beberapa stafnya yang coba dikonfirmasi terkait kebenaran kabar Bappeda terlibat korupsi, juga tidak ada yang berani memberikan komentarnya.

Sementara itu pesan melalui WhatsApp yang dikirim Lendoot.com ke Djunaidi juga tidak mendapat responnya. (msa)