Drektur RSUD M Sani didamping Kepala Dinas Ksehatan Karimun saat memberikan keterangan pers, kemarin. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Setelah viral di media sosial, kabar ayah menjajakan ginjal untuk biaya perobatan anaknya yang kanker otak, akhirnya menjadi perhatian serius dan prioritas RSUD M Sani dan Dinas Kesehatan Karimun.

Dengan pemberian fasilitas operasi dengan delapan dokter, sebagai yang pertama menggunakan ruang patologi, akhirnya RSUD Muhammad Sani melakukan tindakan operasi mengangkat tumor yang bersarang di kepala Elandra, Senin (1/7/2019) kemarin. Bahkan untuk berobat lanjutan, pihak RSUD M Sani sudah memberikan rujukannya ke RS di Batam.

“Selesai kita lakukan operasi sekitar pukul 14.20 WIB. Total ada delapan dokter yang terlibat dalam pembedahan. Kondisi pasien saat ini stabil,” kata dokter bedah, Spbs Andi Nugraha Sendjadja dalam keterangan resmi yang digelar manajemen RSUD Muhammad Sani, Senin sore (1/7/2019) di ruang antri pendaftaran berobat RSUD Muhammad Sani.

Andi Nugraha Sendjadja mengatakan, sebelum operasi dilakukan terlebih dahulu telah diberikan bius sekira pukul 10.00 WIB. Kemudian tindakan pembedahan dimulai sejak pukul 11.20 WIB.

Untuk hasil dari pembedahan, Andi belum dapat memastikan jenis tumor yang diderita Elandra apakah ganas atau tidak. Sehingga masih menunggu waktu beberapa hari ke depan.

Sementara, Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi menambahkan, tindakan pembedahan dilakukan di ruang patologi. Jadi, Elandra merupakan pasien pertama untuk menggunakan ruangan yang diresmikan Bupati Karimun Aunur Rafiq sekitar setengah tahun lalu itu.

“Sejak berdirinya RSUD Muhammad Sani, ini merupakan tindakan pembedahan tumor pertama kali yang kita lakukan. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” terang Zulhadi.

Bahkan untuk lanjutan perobatan seperti kemoteraphy, RSUD M Sani bersusah payah mencarikan rumah sakit rujukan. Setelah pembedahan akan dilakukan di rumah sakit rujukan. Pasalnya, kata Zulhadi, RSUD Muhammad Sani tidak memiliki peralatan yang memadai.

“Kita sudah berkoordinasi dengan rumah sakit yang ada di Batam. Kemungkinan nanti akan dirujuk untuk melakukan kemo di sana. Kapan waktunya kita masih menunggu hasil bedah yang baru saja selesai dilakukan hari ini,” tambahnya.

Segala biaya yang ditimbulkan dalam perawatan, ditanggung menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Hadir dalam kesempatan itu para dokter yang turut serta terlibat dalam pembedahan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi, serta jajaran manageman RSUD Muhammad Sani.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Teluk Air Kecamatan Karimun terpaksa menjajakan ginjalnya di pelabuhan demi biaya perobatan anaknya yang di diagnosa kanker otak. Berita ini menyebar dan viral di media sosial.

Sejumlah tokoh masyarakat serta anggota DPRD Karimun seperti Nyimas Novi Ujiani salah satunya berinisiatif mencarikan solusi agar Elendra dibawa ke RSUD M Sani, akhir pekan kemarin. Setelah itu, barulah RSUD M Sani mencarikan berbagai tindakan terhadap Elendra tersebut. (trirahardi/muhdsarih)