Karimun, Lendoot.com- Satu orang pekerja PT Karimun Sumbawang Shipyard(KSS) ditemukan belum melaporkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karimun.

Hal itu ditemukan saat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Karimun, saat menyisir perusahaan- perusahaan di Karimun, Kamis (12/9/2019).

Ketua Tim Pora Kabupaten Karimun selaku Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanim Kelas II Tanjungbalai Karimun Barandaru mengatakan, dari hasil pemeriksaan dilakukan di perusahaan- perusahaan di Karimun ditemukan satu orang Warga Negara Asing (WNA) yang tidak melaporkan SKTT ke Didukcapil.

“Ada tadi kita temukan belum melaporkan SKTT ke Disdukcapil. Selain itu, perusahaan juga izinnya sedikit bermasalah, namun sudah kita luruskan,” kata Daru usai pemeriksaan.

Ia mengatakan, terkait penemuan itu telah diarahkan ke instansi terkait untuk segera diselesaikan.

“Sudah kita arahkan ke instansi terkait untuk dibina dan diselesaikan. Kita harap kehadiran pengawas ini juga membantu memperbaiki hal-hal yang belum sesuai aturan,” katanya.

Daru mengatakan, hasil dari pengawasan dilakukan Tim Pora diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat dan perusahaan- perusahaan terkait sinergitas serta keseriusan yang kuat antara jajaran FKPD dalam rangka pengawasan orang asing dan tenaga kerja asing.

“Selain itu juga kita dapat mengumpulkan masukan dan saran tentang permasalahan orang asing serta tenaga kerja asing. Kita berikan informasi agar perusahaan juga dimudahkan dalam menghadapi kendala-kendala dalam memperkerjakan orang asing,” katanya.

Daru juga menyebutkan, pihaknya juga berpesan kepada perusahaan yang memperkerjakan tenaga asing agar mengikuti semua ketentuan yang berlaku sebelum orang asing tersebut mulai bekerja di perusahaan tersebut.

“Sehingga orang asing yang bekerja di daerah kita juga tertib dan tidak menyalahi aturan sehingga harus dilakukan penindakan,” katanya.

Adapun perusahaan- perusahaan dikunjungi Timpora, antara lain PT Karimun Sumbawang Shipyard, PT Karimun Granit, PT Oil Tangking, PT Saipem Indonesia dan Telunas.
(ricky robiansyah)