Para pelaku bullying saat ditahan di Polres Karimun, (ist)

Karimun, Lendoot.com – Tiga pelaku pengeroyokan remaja perempuan yang videonya sempat viral setelah diposting di jejaring media sosial Whatapp berinisial Cr (18), Ms (18) dan JN (17) tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

Ketiga remaja itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Karimun sehari setelah video itu viral.

Meski berstatus tersangka, tiga remaja perempuan itu tidak ditahan oleh polisi. Mereka hanya dikenakan wajib lapor setelah mendapat jaminan oleh orang tua mereka masing- masing.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono dikonfirmasi mengenai hal itu membenarkan terkait wajib lapor ketiga pelaku. Menurutnya, orang tua para pelaku telah memberikan jaminan kepada kepolisian bahwa para pelaku tidak melarikan diri dan kooperatif saat proses penyidikan berjalan.

“Iya benar wajib lapor. Dijamin orang tua mereka dan diketahui oleh aparat kepolisian,” kata Herie, Rabu (27/5/2020).

Dalam kasus itu, polisi telah memastikan aksi pengeroyolan yang terekam video dan viral di medsos itu terjadi di Jalan H Arab Kelurahan Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun dan kejadian itu terjadi pada 21 Mei 2020 kemarin.

Dalam kasus itu juga polisi telah mengamankan tiga pelaku untuk menjalani pemeriksaan, sementara dua lainnya berstatus saksi, salah satunya ZR (13) perekam video aksi perundungan yang kemudian viral di media sosial Facebook itu. Satu saksi lainnya yakni DA berusia 16 tahun.

Ketiga terlapor masih tercatat sebagai siswi di sejumlah SMA dan SMK di Karimun Kepri.

Sementara korban berinisial RS (15), siswi SMP Negeri 002 Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Ketiga terlapor dikenakan Pasal 80 Ayat 2 Junto Pasal 76 C, Undang-undang Perlindungan anak dan/atau Pasal 170 KUH Pidana. (rk)