Aunur Rafiq bersama pendukungnya saat ke KPU, beberaoa hari llau. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Wakil Bupati Karimun mendapat teguran Menteri Dalam Negeri (Mendagri)

Ini terkait adanya pelanggaran Intruksi Presiden nomor 6 tajun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam penanganan penyebaran Covid-19.

“Kemarin kita memang ditegur oleh Menteri,” kata Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Rabu (9/9/2020).

Bukan hanya Bupati dan Wakil Bupati Karimun saja, 69 kepala daerah juga mendapat teguran yang sama.  Sebanyak 69 Kepala Daerah petahana di Indonesia menerima teguran dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait pelanggaran protokol kesehatan saat menjalani tahapan Pilkada 2020.

Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Wakil Bupati Anwar Hasyim dianggap tidak memenuhi protokol kesehatan saat hendak melakukan pendaftaran ke Kantor KPU Kabupaten Karimun.

Sementara 69 kepala daerah lainnya itu terdiri dari satu gubernur, 35 bupati dan empat  wali kota, 25 wakil bupati dan empat wakil wali kota.

Anwar mengakui, dirinya bersama Buoati telah mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan, seperti protokol kesehatan yang harus dilaksanakan.

“Kita sudah ikuti izin dan segala macam,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, saat proses pendaftaran itu, ada rombongan dari 10 parpol yang mendukung datang.

“Kita juga diantar oleh koalisi dari partai yang cukup banyak. Kita sudah batasi dan ikuti protikol kesehatan. Sebutkanlah satu partai dua sampai lima orang sudah melebihi kapasitas. Ini tak bisa dibendung,” jelasnya.

Sejumlah perwakilan partai politik itu, Anwar mengatakan tidak seluruhnya mengikuti tahapan pendaftaran hingga selesai.

“Namun begitu mereka tidak sampai ke KPU. Cuma mengantar tidak iring-iringan ke KPU. Karna KPU telah membatasi untuk masuk. Ajudan kita pun tidak boleh msuk karena dibatasi protokol kesehatan,” katanya.

Selanjutnya, ia bersama dirinya akan memberikan klarifikasi ke Kementerian Dalam negeri dengan menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi.

“Kita sebagai daerah yang termasuk ke dalam teguran, kita akan klarifikasi juga. Kita sudah menerapkan protokol kesehatan, telah mematuhi mekanismenya dan kita didukung oleh 10 partai,” ujarnya. (rk)