Karimun, Lendoot.com – Perihal perkara kecil, seorang suami di Karimun tega melakukan tindak kekerasan disertai ancaman kepada istrinya, Rabu (22/1/2020) kemarin.

Suami yang diketahui bernama Yanto (25) itu mendekap mulut sang istri, mencekik leher sampai menendang korban hingga terjatuh, setelah permintaannya tidak didengarkan.

Atas perbuatan pelaku, ia langsung dilaporkan sang istri ke Kepolisian Resor Karimun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi hanya disebabkan masalah kecil. Pelaku meminta korban untuk membuatkan kopi, namun istrinya bilang tidak mau dengan alasan kopi tersebut habis,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono saat menggelar Press Rilis pengungkapan kasus di Mapolres Karimun, Kamis (23/1/2020).

Ia mengatakan, karena permintaannya ditolak oleh korban, pelaku marah dan melemparkan sendal serta kemudian melakukan kekerasan terhadap korban di dalam kamar.

“Setelah melempar sendal, korban ditarik pelaku ke dalam kamar serta mendorongnya ke tempat tidur. Disana pelaku meremas mulut korban dengan keras, mencekik leher dan menendang korban,” katanya.

Herie menyebutkan, bukan hanya melakukan kekerasan terhadap korbam, pelaku turut mengancam korban dengan kata- kata tidak pantas.

“Ancamannya kalau melaporkan ke polisi, sang istri akan dibunuh,” katanya.

Atas tindakan kekerasan diterimanya, korban langsung melaporkan kejadian itu kepada kepolisian resor Karimun. Polisi tidak membutuhkan waktu lama dan langsung menangkap pelaku dirumahnya.

“Korban mengalami luka cakar di pipi bagian kiri akibat kekerasan dilakukan oleh pelaku. Kita sudah kantongi alat bukti berupa visum dan sekarang sudah dilakukan penahanan,” katanya.

Dalam pengakuannya, Herie mengatakan pelaku telah melakukan kekerasan sebanyak dua kali kepada sang istri.

“Kita jerat dengan pasal 44 ayat Undang Undang tentang KDRtT dengan ancaman 4 tahun penjara,” katanya.

Herie mengingatkan kepada masyarakat yangbtelah berkekuarga untuk lebih bijak dalam bertindak dan tidak melakukan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

“Ini masalah kecil, bisa diselesaikan secara baik- baik. Sehingga tidak perlu harus sampai melakukan kekerasan,” katanya. (rk)