Karimun, Lendoot.com – Raut berseri dan sumringah terlihat dari wajah belasan siswa SLB YPBB Karimun. Ini setelah mereka memakai sepatu baru pemberian dermawan, Senin (11/11/219).

Yang sepatunya sudah koyak, langsung menggantinya dengan sepatu baru itu. Yang sepatunya pinjam dari kakaknya, langsung gembira ketika namanya dipanggil untuk mendapatkan sepatu tersebut. Terlihat kebahagiaan ketika para guru dan dermawan membantu siswa membantu memakaikan sepatunya.

Belasan pasang sepatu itu disampaikan Lulu, sebagai perwakilan dermawan kepada siswa SLB YPBB Karimun itu. Kegiatan ini, kata Lulu, sudah direncanakan jauh-jauh hari. Itu tercetus ketika dirinya bersama rombongan Danlanal lama, Letkol (P) Catur sebelumnya.

“Wak pak Danlanal sebelum ini datang, kami melihat langsung anak-anak banyak kekurangan seragamnya, seperti sepatu yang kurang layak. Maka, kami berinisiatif mengumpulkan dana seadanya dan kita belikan sepatu seperti hari ini,” kata Lulu didampingi suaminya yang merupakan prajurit TNI AL itu.

Lulu mengatakan, kegiatan seperti ini sudah biasa dilakukannya bersama beberapa rekannya. Biasanya, dia menyediakan nasi gratis barokah setiap Jumat bagi yang membutuhkan. Kebetulan, ketika ditawarkan memberikan bantuan kepada anak SLB YPBB Karimun, beberapa rekannya bersedia ikut memberikan sumbangan.

“Kami juga bukan orang berkelebihan secara materi, tetapi yang kita berikan diharapkan bermanfaat buat sesama, khususnya anak-anak kita yang kurang mampu di sekolah ini,” katanya.

Ketua YPBB Karimun, Budi Prayitno yang menerima langsung dermawan mengucapkan terimakasihnya atas bantuan tersebut. Dia mendoakan agar ada keberkahan dan rezeki bagi dermawan yang menyalurkan bantuannya bagi siswa didiknya yang kurang mampu tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih. Kunjungannya saja sudah sangat membahagiakan kami. Perhatian dan bantuannya semoga dibalas keberkahan,” ujarnya.

Siswa SLB YPBB Karimun rata-rata dari keluarga tidak mampu. Dari yang putus sekolah, sampai yatim piatu banyak yang bersekolah di yayasan ini. Semua biaya sekolah digratiskan, bahkan peralatan dan perlengkapan sekolah juga diberikan, ketika yayasan memiliki kelebihan anggaran. (muhdsari)