Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2020, Senin (7/12/2020).

Press Realese langsung dipimpin Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun diwakili Kepala Seksi Informasi Sarana Komunikasi Keimugrasian Bayu Eka Pramana di aula Kanim Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Dalam penyampaiannnya, Bayu mengatakan, pihaknya pada tahun 2020 berhasil merealisasikan 85 persen anggaran atau sebesar Rp 5.218.282.054 dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran DIPA tahun 2020 sebesar Rp 6.139.093.000.

“Jadi tahun ini penyerapan anggaran kita sebesar 85 persen dan masih tersisa anggaran sebesar Rp 920.810.946,” kata Bayu.

Ia menyebutkan, pada tahun 2020, Imigrasi Karimun juga kembali menerima penghargaan Menkumham RI atas pelayanan publik berbasis HAM tahun 2020.

“Penghargaan akan diberikan 10 Desember mendatang di Kemenkumham Kepri yang langsung diberikan kepada Kepala Kantor di Tanjungpinang. Ini kita dapatkan 3 tahun berturut- turut sejak 2018,” ujarnya.

Bayu mengatakan, untuk dibidang lalu lintas Keimigrasian, Kanim Karimun mencatat terjadinya penurunan penerbitan paspor dibandingkan tahun 2019 lalu. Penurunan itu, menurutnya dipengaruhi dengan Pandemi Covid-19 dan berbagai kebijakan negara tetangga terkait Lockdown.

“Tahun ini kita hanya terbitkan 4998 paspor turun sangat tinggi dari tahun lalu 14.413 paspor. Selain itu, untuk penundaan penerbitan paspor juga turun dari angka 230, menjadi 10 di tahun ini,” katanya.

Sementara untuk jumlah pelintasan di tempat pemeriksaan imigrasi dari bulan Januari hingga Desember pihaknya mencatat 84.425 terdiri dari WNA sebayak 14.455 dan WNI 69.970. Sementara untuk keberangkatan, pihaknya mencatat 71.535 orang terdiri dari WNI 56.494 orang dan WNA 15.041.

“Lima negara terbanyak datang ke Indonesia yakni Malaysia, Singapura, India, Thailand dan Italia, sementara 5 Negara terbanyak berangkat yakni malaysia, Singapura India. Thailand dan Filipina,” katanya.

Selanjutnya, untuk jumlah Izin Tinggal Kunjungan (ITK) tahun 2020 pihaknya mencatat sebanyak 71 orang, Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Baru sebanyak 54 orang, ITAS Perairan Baru sebanyak 97 orang, ITAS Perpanjangan 17 orang, ITAS Perairan Perpanjangan sebanyak 60 orang dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) baru dan perpanjangan sebanyak 1 orang.

Sementara untuk jumlah tindakan keimigrasian sepanjang 2020 pihaknya hanya melakukan pendeportasian sebanyak 3 orang laki-laki, sebab mereka melanggar pasal 75 UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. (rko)