Karimun, Lendoot.com – Satuan Lalu Lintas Polres Karimun mulai menerapkan Smart Surat Izin Mengemudi (SIM), baik untuk pembuatan baru dan perpanjangan.

Fitur pada Smart SIM membuat SIM tidak hanya sebagai tanda legalitas seseorang yang dikatakan sah mengemudikan kendaraan, melainkan juga punya fungsi tambahan di dalamnya.

Smart SIM bukan cuma kartu yang memuat identitas serta foto seseorang usai dinyatakan lolos dalam seleksi pembuatan SIM. SIM kali ini juga dilengkapi cip yang menyimpan identitas, hingga pelanggaran pengendara di jalan raya. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

Kasat Lantas Polres Karimun AKP Teuku Fazrial Kenedy mengatakan, fungsi dari Smart SIM bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan keuangan, seperti pembayaran tol sampai kepada pembayaran tilang elektronik. Selain multi fungsi, Smart SIM juga bisa dijadikan sebagai alat untuk mendata jenis pelanggaran lalu lintas, yang dilakukan oleh yang pengendara.

“Nanti bisa terdata secara otomatis atas pelanggaran yang pernah dilakukan oleh yang bersangkutan. Sehingga untuk perpanjangan SIM nanti akan jadi pertimbangan kita berikutnya kalau pelanggarannya sudah tidak bisa di tolerir,” kata Kenedy, Jumat (11/10/2019).

Kenedy mengatakan, alasan untuk perpanjangan baru dapat dilakukam seminggu sebelum masa berlaku habis, dikarenakam saat ini material untuk Smart SIM masih terbatas, sehingga aturan tersebut diterapkan sementara.

“Masih terbatas saat ini. Selain itu sekarang untuk perpanjangan bisa dilakukan di seluruh Satpas di Indonesia, asalkan tidak lewat batas masa berlaku,” katanya.

Ia mengatakan, penerapan Smart Sim sudah dimulai sejak akhir September kemarin dan semua Polres di Kepri bisa. Yang belum bisa saat ini untuk SIM online. 

“Sudah mulai diterapkan, namun apabila untuk perpanjangan baru ada aturan ketentuannya,” katanya.

Lanjut Kenedy, untuk perpanjangan saat ini dapat dilakukan minimal paling cepat bisa dilakukan seminggu menjelanh habis masa berlaku.

“Kalau SIM yang mau habis masa berlaku ya tunggu betul-betul sampai tanggal yang tertera. Paling cepat enam hari menjelang tanggal berakhir. Kalau biasanya kan memang satu bulan (batas akhir) sudah harus diurus, sekarang tidak bisa lagi,” katanya. (ricky robiansyah)