Pekerja Ekspatriat di PT Saipem. (Dok Humas Pemkab Karimun)

Karimun, Lendoot.com – Dari 3.100 tenaga kerja, PT Saipem dikabarkan masih membutuhkan 1.900 tenaga kerja lagi.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan harapannya agar PT Saipem dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal atau anak tempatan khususnya, dan kembali memanggil mantan karyawannya yang sudah memiliki keterampilan untuk bekerja.

Agar dapat memastikan perusahaan memenuhi komitmen mereka untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta Dinas Tenaga Kerja untuk mengawal hal tersebut.

Ditegaskannya, jika perusahaan tidak memenuhi komitmen itu, pihaknya akan memberi teguran tertulis dan melakukan penalty atau hukuman seperti meninjau kembali perpanjangan izin perusahaan.

Namun, meski begitu ia meyakini dan percaya perusahaan tidak akan mengambil seluruh tenaga kerjanya dari luar Karimun atau Tenaga Kerja Asing (TKA).

“Mereka juga butuh tenaga kerja lokal, karena jika tenaga kerja lokal lebih dominan tentu membuat mereka merasa memiliki sehingga akan menimbulkan suasana aman serta kondusif,” ucap Rafiq.

Diketahui, penandatanganan kesepakatan bersama dengan perusahaan terkait penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 70% sudah dua kali dilakukan.

Sebelumnya, pada tahun 2016 Bupati Karimun  juga telah melakukan hal yang sama dengan PT Saipem Karimun Yard, PT Oil Tanking dan PT Karimun Sembawang Shipyard. (rk)