Penandatanganan MoU di Rumah Dinas Bupati Karimun, Kamis (10/9/2020).

Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta komitmen tiga perusahaan besar di yang berdiri di Karimun untuk memprioritaskan tenaga kerja loka. Bahkan Rafiq menegaskan dalam Memorundum of Understanding (MoU) dengan tiga perusahaan itu agar 70 persen pekerja adalah tenaga kerja lokal.

“Kami meminta komitmen ketiga perusahaan yang berdiri di Karimun ini, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja agar memprioritaskan 70 persen tenaga kerja lokal,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Kamis (10/9/2020).

MoU secara resmi ditandatangani Aunur Rafiq selaku Bupati Karimun bersama tiga perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Tiga perusahaan tersebut di antaranya; PT Grace Rich Marine (GRM), Karimun Marine Shipyard (KMS) dan PT Multi Ocean Shipyard (MOS).

Dalam MoU tersebut, diketahui telah disepakati antara Pemerintah Daerah terhadap ketiga perusahaan tersebut agar dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal dengan persentase 70 persen.

Rafiq mengatakan saat ini jumlah tenaga kerja di perusahaan-perusahaan di Karimun berjumlah kurang lebih 8.900 orang, sementara khusus di kawasan industri kurang lebih 5.300 orang.

Dari jumlah seluruh karyawan tersebut, ia mengakui tidak ada karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), dan tidak ada perusahaan yang berhenti beroperasi, meski pandemi COVID-19 masih terjadi.

Rafiq juga meminta agar perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di wilayahnya ini agar dapat memenuhi komitmennya dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal sebesar 70 persen.

Penyerapan tenaga kerja lokal 70% dinilai bisa saja dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut. Bupati mencontohkan seperti PT Saipem Karimun Yard yang sudah lebih dulu melakukan penandatanganan kesepakatan bersama untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal tersebut.

Pada perusahaan asal Italia itu, saat ini telah memperkerjakan 3.100 tenaga kerja, dari total 5.000 tenaga kerja dibutuhkan.

“Dari 3.100 tenaga kerja di PT Saipem, rinciannya 8 persen dari Desa Pangke, kemudian 53 persen untuk pemuda Karimun, 32 persen untuk luar Karimun, dan 1,3 persen merupakan tenaga kerja asing asal Italia dan 0,3 persen dari Prancis,” kata Rafiq. (kb)