Suasana silaturahmi antara mahasiswa PMII dan Kapolres dan jajarannya di sebuah rumah makan, beberapa hari lalu. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Terkait perkembangan situasi saat aksi unjuk rasa (Unras) yang dilakukan para mahasiswa di beberapa daerah, Polres Karimun menginisiasi pertemuan dengan mahasiswa PMII Kabupaten Karimun dan mahasiwa STIE Cakrawala Kabupaten Karimun, Selasa (24/9/2019).

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Karimun memberikan klarifikasinya kepada Lendoot.com, terkait hasil dari agenda kegiatan yang dilakukan Polres Karimun tersebut, siang tadi.

 Pihak PC PMII Karimun selaku objek yang berada dalam berita tersebut menyebut, berita yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi sesungguhnya.

Ketua umum PC PMII Karimun Rudi Saputra dalam rilis yang dikirim ke redaksi Lendoot.com menjelaskan, kegiatan besembang bercerite yang digelar pihak kepolisian itu adalah bersilahturahmi, dan sekaligus pamitan dengan mahasiswa karena akan pindah ke Polda Bali.

“Pak Kapolres Karimun, Bapak AKBP Hengky Pramudya, SIK sebagai pimpinan Instansi tertinggi di lingkungan Polres Karimun akan berangkat ke Bali dalam rangka mutasi atau promosi di internal POLRI. Jadi Bapak Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya, SIK berpamitan dengan seluruh pengurus PC PMII Karimun yang hadir. Jadi bukan upaya meredam aksi unjukrasa,” kata Rudi Saputra.

Hanya saja, Rudi juga tidak menyangkal bahwa Hengky Pramudya sempat menyampaikan kepada mahasiswa terkait aksi unjuk rasa mahasiswa. Hengky mengatakan tetap memperbolehkan aksi, hanya saja dilakukan secara baik-baik.

“Pak Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya, S IK menyampaikan silahkan aksi, tapi alangkah baiknya disampaikan dengan cara baik-baik terlebih dahulu,” jelas Rudi dalam rilisnya yang dikirim, Kamis (26/9/2019) sore.

Rudi mengatakan, sampai saat ini Polres Karimun sudah banyak beri kemudahan kepada mahasiswa, seperti; mahasiswa boleh menyampaikan pemberitahuan melalui pesan Whatsapp dan surat menyusul, sehingga jarak komunikasi antara mahasiswa dan polisi cukup mudah.

Di akhir rilisnya, PMII Kabupaten Karimun menegaskan bahwa PMII bukan tidak menginginkan untuk melaksanakan aksi (Unras), dan kemudian tidak jadinya kami aksi itu jadi sebuah hasil prestasi dari upaya pihak-pihak lain, atau dengan kata lain pihak lain berhasil meredamkan PMII Karimun.

Sebelumnya, Lendoot.com membuat berita tentang adanya pertemuan di Rumah Makan Alisan antara mahasiswa dengan Kapolres Karimun dan jajarannya dalam rangka cooling system.

Mahasiswa tidak membantah mengenai adanya pertemuan yang disejalankan dengan makan-makan  bersama tersebut. Hanya saja para mahasiswa bersangkutan membantah pernyataan yang disampaikan Kapolres Hengky Pramudya kepada Lendoot.com (yang telah diterbitkan sebelumnya), tentang mahasiswa PMII Kabupaten Karimun yang tidak akan ikut melaksanakan kegiatan berupa aksi Unras karena hasil pertemuan tersebut.

Kapolres Hengky sebelumnya memberikan pernyataan kepada wartawan secara terpisah usai pertemuan dengan mahasiswa terkait hasil pertemuan tersebut.

“Menurut informasi, bahwa memang ada perintah dari pusat untuk melakukan aksi, namun mahasiswa PMII Kabupaten Karimun tidak ikut melaksanakan kegiatan apapun di Karimun” kata Kapolres Karimun AKBP Hengky sebelumnya.

“Insyaallah di Karimun tidak bergejolak dan tidak ada mahasiswa yang melakukan aksi demo apalagi aksi anarkis, tadi kita menyarankan kalau mau menyampaikan aspirasi ke DPRD ya perwakilan dan dilayangkan surat saja tidak perlu aksi demo-demo apalagi anarkis” jelas Hengky dalam berita yang dimuat Lendoot.com sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya, Kapolsek Balai Karimun AKP Budi Hartono, Kapolsek Tebing AKP Fian, Kanit Binmas Polsek Balai Karimun Iptu Najamudin, Bhabinkamtibmas Polsek Tebing Bripka Thomas dan Bhabinkamtibmas Parit Brigadir Rinaldi. (muhdsarih/riandi)