Kantor Pengadilan Agama Karimun.

Karimun, Lendoot.com – Pernikahan dini di Kabupaten Karimun mencapai angka 51 kasus pada tahun 2019. Penyebab terjadinya pernikahan dini itu didominasi karena banyaknya remaja yang hamil di luar nikah.

Angka pernikahan dini dari perbandingan tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Seperti diketahui, pada tahun 2018, sebayak 44 kasus pernikahan dini tercatat di Pengadilan Agama dan 39 diantaranya diputus.

Staf Bagian Pelayanan Penyerahan Produk Pengadilan Agama Karimun Nor Rofil mengatakan, pada tahun 2019 PA Karimun menerima sedikitnya 51 permohonan nikah dispensasi.

“Ada 51 permohonan, namun 1 ditolak. Pada umumnya usia rata- rata 16 sampai 19 tahun,” kata Nor Rofil, Senin (6/1/2020) kemarin.

Ia mengatakan, sebanyak 51 kasus tersebut ironisnya disebabkan oleh hamil duluan, sehingga berakhir ke pernikahan.

“Nikah dispensasi atau nikah belum cukup umur yang terjadi sekitar 50 dan 65 persen penyebabnya hamil duluan,” katanya.

Namun begitu, alasan hamil duluan tersebut menurun dibandingkan tahun 2018 lalu yang mencapai angka sekitar 90 persen.

Pada tahun 2018, Pengadilan Agama Karimun mencatat sebanyak 44 permohonan nikah dispensasi yang masuk. Sebanyak 39 perkara diantaranya dikabulkan oleh hakim, sementara sisanya ditolak dengan sejumlah pertimbangan.

Selain hamil, alasan lain warga mengajukan permohonan nikah dispensasi ke PA Karimun yakni keinginan untuk nikah muda.

“Maksudnya mereka benar-benar mau nikah saja, bukan dikarenakan hamil. Biasanya tamat sekolah, dari pada nanti zina, orangtua anaknya dinikahkan saja,” kata Nor Rofil. (ricky robiansyah)