Nyimas Novi Ujianis saat menjenguk dan mencarikan solusi bagi pengidap tumor otak, kemarin sore. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Cerita seorang ayah yang menawarkan ginjalnya dijual demi biaya perobatan putranya yang tumor otak, menjadi perhatian banyak pihak. Alhamdulillah, beberapa tokoh di Karimun sudah melakukan upayanya hingga si anak pengidap kanker otak itu kini sudah kembali mendapat perawatan medis.

Cerita berawal dari sepulang dari dinas luar kota, Anggota DPRD Karimun Nyimas Novi Ujiani terkejut ketika mendapati seorang bapak yang sedang melakukan aksi menawarkan ginjalnya di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Sabtu (29/6/2019) kemarin.

Dengan memajang tulisan dijual ginjal di depan dadanya, pria yang diketahui bernama Eli Krisyanto (59) warga RT 006 RW 001 Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun itu, menawarkan ginjalnya kepada orang yang keluar dari pelabuhan tersebut.

Nyimas mengaku merasa marah dalam hatinya, sekaligus serasa sangat prihatin. Langkah yang diambilnya, Nyimas Novi Ujiani langsung turun tangan memberikan pengertian kepada Eli Krisyanto. “Kemudian saya mencoba mencarikan solusi dan langkah-langkah bagi sang bapak, seraya mencari tahu penyebab kenapa dia sampai menjual ginjal?” katanya.

Setelah mendatangi kediaman Eli, ternyata ada seorang pria bernama Landra Wiguna (23), yang didiagnosa mengidap tumor otak. Pria tersebut merupakan putra Pak Eli yang kini sedang berjuang melawan rasa sakit. Merasa tak punya solusi lagi atas keterbatasan biaya berobat anaknya, sehingga satu-satunya cara adalah dia terpaksa menjajakan ginjalnya di Pelabuhan Tanjungbakai Karimun.

Koordinasi dengan berbagai instansi pun langsung dilakukan Nyimas Novi Ujiani. Mulai dari menghubungi Lurahan dan Camat setempat, pihak RSUD Muhammad Sani dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.

Akhirnya didapati solusi dan Landra Wiguna langsung dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk ditangani medis pada Sabtu sore itu juga.

“Bukan saatnya mencari siapa yang harus bertanggungjawab, tapi semua kita bertanggungjawab atas duka yang dialami pak Eli ini. Derita atas sakit yang di derita anaknya. Mari bahu-membahu, saling peduli,” ujarnya.

Setelah mendapat perawatan medis, keluarga Eli juga mendapat respon Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya. Sabtu (29/6/2019) malamnya, AKBP Hengky Pramudya dan jajaran pun langsung bergegas menuju ke RSUD M Sani.

Kedatangannya bertujuan ingin melihat langsung kondisi Elandra dan memberikan semangat serta bantuan kepada pihak keluarga Eli agar kedepan dapat meneruskan perobatan putranya, dan mendapat BPJS.

“Kita di sini menjenguk saudara kita yang diinformasikan telah mengalami penyakit tumor otak dan saat ini kondisinya belum bisa berkomunikasi dan terbaring di RSUD Muhammad Sani ini. Ini juga merupakan dalam rangkaian bakti sosial HUT Bhayangkara ke-73,” kata Kapolres usai menjenguk.

Menanggapi instruksi Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Tim Kabid Dokkes Polda Kepri, Minggu (30/6/2019) pagi dikabarkan akan turun melihat kondisi Elandra dan membantu kelancaran BPJS maupun administrasi lainnya.

“Kabid Dokkes Polda Kepri besok pagi juga inshaAllah akan datang untuk melihat dan membantu kelancaran BPJS maupun administrasi lainnya. Kita harapkan secara administratif BPJS ini cepat keluar. Intinya adalah bagaimana kita mendahulukan dan menyelamatkan nyawa seseorang,” ujar Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Karimun itu   juga mengharapkan Dinas-dinas terkait dan masyarakat Kabupaten Karimun dapat bersinergi merapatkan barisan untuk dapat meringankan beban saudara Elandra. (*/muhdsarih/riandi)