Karimun, Lendoot.com – Komunitas Gasing Pulau Kundur menggelar perlombaan permainan tradisional Gasing yand digelar di Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Minggu (28/6/2020) kemarin.

Ikin, sebagai Ketua Komunitas Gasing Pulau Kundur itu mengatakan, kegiatan tersebut digelar bertujuan ingin menjalin silaturahmi ke sesama pecinta permainan tradisional tersebut serta menghidupkan kembali permainan itu yang sudah menjadi budaya di tanah melayu.

“Perlombaan ini kami gelar untuk menjalin tali silaturahmi dan ingin mengembangkan permainan tradisiona gasing ini di kampung kami,” katanya.

Ia mengatakan, komunitas tersebut baru saja terbentuk selama enam bulan. Untuk jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 10 regu dan perlobaan ini terbuka untuk umum.

“Komunitas ini baru 6 bulan kami bentuk. Untuk jumlah peserta 10 regu yang dalam satu regunya terdapat tiga orang, sedangkan untuk peserta ada dari balai, penyalai dan pulau kundur sekitarnya,” ujarnya.

Ikin yang juga sekaligus sebagai ketua panitia acara juga menjelaskan, untuk sistem penilaian pertandingan sistem semi nasional.

“Sistem pertandingan kita ambil semi nasional misalnya, tiga kali pangka dan tiga kali pasang untuk satu orang. Yang kita nilai dari permainan ini, lama berputar gasing (uri) akan mendapat dua poin untuk pemangka. Kalau untuk memasang, seandainya dia menang uri dapat satu pion,” jelasnya.

Sementara itu, Rudi salah seorang peserta gasing dari prayun mengatakan, sebelum mengikuti perlombaan ini ia harus menyiapkan gasingya, minyak oli dan tali nilon.

“Untuk persiapan saya mempersiapkan gasing, minyak oli agar gasingannya atau putaran gasing dapat berputar lebih lama, kemudian tali gasing sekokoh mungkin. Saya mengikuti gasing ini karena hobi. Disini saya mendapat kawan banyak, yang tadinya gak kenal menjadi kenal,” tambahnya. (rnd)