Karimun, Lendoot.com- Sepekan operasi Zebra seligi 2019, Satuan Lalu Lintas Polres Karimun mengeluarkan sebanyak 458 surat tilang kepada pelanggar lalu lintas di jalan raya wilayah Kabupaten Karimun.

Operasi terpusat dengan sandi Zebra seligi 2019 itu digelar sejak 23 Oktober lalu dengan 8 sasaran menjadi target kepolisian.

Adapun delapan sasaran itu antara lain pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara dibawah umur, kelengkapan administrasi kendaraan, berkendara sambil bermain handphone, berkendara melebihi batas kecepatan, minum minuman keras, pengendara melawan arus, dan berbocengan lebih dari sath orang.

Kasat Lantas Polres Karimun AKP Teuku Fazrial Kenedy mengatakan, dalam operasi ini Satlantas Polres Karimun lebih mengedepankan penegakan hukum kepada para pelanggar lalu lintas dengan persentase 80 persen penindakan hukum, 10 persen pembinaan dan 10 persen pencegahan.

“Sepekan operasi ada 458 tilang kita keluarkan kepada pelanggar lalu lintas. Alhamdulillah, sejauh ini berjalan dengan lancar,”kata Kenedy, Rabu (31/10/2019).

Ia menjelaskan, 458 tilang tersebut didominasi dengan pelanggaran- pelanggaran seperti tidak menggunakan helm atau perlengkapan kendaraan yang sesuai dengan standart yang telah ditentukan.

“Barang bukti yang kita tahan sejauh ini ada 142 kendaraan roda dua, 5 kendaraan roda empat, 209 lembar STNK dan 102 lembar SIM,” kata Kenedy.

Ia mengatakan, operasi terpusat ini akan terus berlangsung hingga 5 November mendatang dengan menyasar daerah-daerah rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Selain penegakkan hukum, petugas juga melakukan pembinaan dan sosialisasi di sekolah, kelompok masyarakat dan instansi pemerintah.

“Kita ada ke sekolah, pangkalan ojek dan instansi pemerintah dengan memberikan himbauan dan pendidikan lalu lintas kepada masyarakat,”katanya.

Kenedy menghimbau kepada masyarakat untuk sama- sama memberikan dukungan dengan disiplin berlalu lintas. Karena menurutnya, mewujudkan daerah tertib berlalu lintas harus dilakukan bersama-sama untuk dapat dicapai.

“Tentu bukan dari polisi saja, masyarakat juga harus memberikan dukungan,” katanya.(ricky robiansyah)